Fidyah Dibayarkan ke Siapa, Ini Orang yang Berhak Menerimanya
Fidyah Dibayarkan ke Siapa, Ini Orang yang Berhak Menerimanya
05/05/2025 | Ikky Vanindy | NOV
Dalam ajaran Islam, fidyah adalah kewajiban bagi seseorang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena alasan tertentu, seperti sakit menahun, usia lanjut, atau kondisi khusus seperti kehamilan dan menyusui. Namun, banyak yang bertanya, fidyah dibayarkan ke siapa agar sesuai dengan ketentuan syariat?
Fidyah bertujuan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan dengan memberi makan fakir miskin. Oleh karena itu, memahami fidyah dibayarkan ke siapa sangat penting agar ibadah ini diterima oleh Allah SWT.
Dalil dan Hukum Fidyah dalam Islam
Allah SWT telah menetapkan aturan mengenai fidyah dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:
"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin." (QS. Al-Baqarah: 184).
Dari ayat ini, jelas bahwa fidyah adalah bentuk keringanan bagi mereka yang tidak mampu berpuasa. Namun, agar ibadah ini diterima, penting untuk mengetahui fidyah dibayarkan ke siapa yang sesuai dengan tuntunan syariat.
Golongan yang Berhak Menerima Fidyah
Menurut mayoritas ulama, fidyah harus diberikan kepada fakir miskin yang benar-benar membutuhkan. Berikut adalah golongan yang berhak menerima fidyah:
-
Fakir – Orang yang hampir tidak memiliki harta atau penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
-
Miskin – Orang yang memiliki penghasilan tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.
-
Orang yang membutuhkan makanan – Mereka yang tidak memiliki akses terhadap makanan yang cukup untuk bertahan hidup.
Dengan memahami fidyah dibayarkan ke siapa, umat Islam dapat memastikan bahwa fidyah yang dibayarkan tepat sasaran dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Cara Membayar Fidyah dengan Benar
Berikut adalah langkah-langkah membayar fidyah yang benar:
-
Menentukan jumlah hari puasa yang ditinggalkan.
-
Menyerahkan fidyah kepada fakir miskin secara langsung atau melalui lembaga resmi seperti Baznas RI.
-
Melafalkan niat dan doa sebelum menyerahkan fidyah.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, umat Islam dapat memastikan bahwa fidyah yang dibayarkan sesuai dengan ketentuan syariat.
Keutamaan Membayar Fidyah dengan Ikhlas
Membayar fidyah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama. Dengan memahami fidyah dibayarkan ke siapa, seorang muslim menunjukkan keikhlasan dalam menjalankan ibadah ini. Selain itu, membayar fidyah juga memiliki keutamaan, seperti:
-
Mendapatkan pahala dari Allah SWT.
-
Membantu fakir miskin yang membutuhkan.
-
Menjalankan perintah agama dengan baik.
Selain membayar fidyah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah. Salah satu cara terbaik adalah dengan berdonasi melalui BAZNAS, lembaga resmi yang mengelola zakat dan fidyah untuk disalurkan kepada yang berhak. Dengan bersedekah, kita tidak hanya menjalankan kewajiban agama tetapi juga membantu sesama yang membutuhkan.
Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu umat Islam memahami pentingnya fidyah dibayarkan ke siapa agar ibadah diterima oleh Allah SWT. Jika Anda ingin membayar fidyah atau bersedekah, kunjungi BAZNAS untuk informasi lebih lanjut.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menetapkan besaran zakat fitrah tahun 2025 sebesar Rp47.000 per jiwa, atau setara dengan 2,5 kg atau 3,5 liter beras premium untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Selain itu, BAZNAS RI juga menetapkan nilai fidyah sebesar Rp60.000 per jiwa per hari.
Anda bisa menyalurkan fidyah melalui BAZNAS, caranya cukup mudah dengan mengklik link berikut BAZNAS lalu ikuti petunjuknya.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us