Terapkan Pertanian Terpadu, Petani Binaan Mampu Tekan Biaya Produksi Cabai
09/05/2026 | Ekonomi PedesaanPetani Binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang tergabung dalam Kelompok Ternak Mendo Ngrembaka di Desa Kesongo,Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang mengintensifkan sistem pertanian terpadu pada lahan cabai. Penggunaan pupuk alami dari kotoran domba sendiri efektif memperkuat kemandirian petani dalam mengelola lahan.
Limbah ternak dimanfaatkan sebagai nutrisi utama guna menekan ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal. Petani juga rutin menyeleksi tanaman sakit untuk memutus rantai penyebaran hama secara dini.
Sistem ini berhasil menurunkan biaya operasional secara signifikan karena ketersediaan pupuk organik yang melimpah. Kelompok tani kini lebih hemat pengeluaran dan tidak lagi bergantung pada fluktuasi harga sarana pertanian.
Hasil panen cabai terbukti lebih berkualitas serta memiliki daya simpan yang lebih lama. Efisiensi biaya dan produktivitas yang stabil secara langsung meningkatkan keuntungan para petani di Kecamatan Tuntang.
BAZNAS berharap program ini menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam menyinergikan sektor peternakan dan pertanian. Keberhasilan di Desa Kesongo membuktikan bahwa optimalisasi potensi lokal mampu memperkuat ekonomi pedesaan secara mandiri.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us