Petani Binaan BAZNAS di Purbalingga Terapkan Pupuk Organik untuk Pertanian Berkelanjutan

20/08/2025 | Ekonomi Pedesaan

Petani binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Sukoyo, dari Gapoktan Citra, Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, menerapkan penggunaan pupuk organik hayati pada lahan pertaniannya sebagai upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pada usia 7 hari setelah tanam, Sukoyo melakukan penyemprotan pupuk hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus memberikan nutrisi awal bagi tanaman. Pupuk hayati yang digunakan mengandung mikroorganisme menguntungkan, seperti bakteri penambat nitrogen dan pengurai bahan organik, yang mampu membantu ketersediaan unsur hara, mempercepat pertumbuhan tanaman, serta memperkuat ketahanan terhadap penyakit.

 

Menurut Sukoyo, penggunaan pupuk organik hayati lebih ramah lingkungan dibanding pupuk kimia karena berasal dari bahan-bahan alami. Dengan dosis 2 tutup botol pupuk hayati untuk 1 tangki air berkapasitas sekitar 16 liter, ia berharap metode ini bisa menjadi solusi dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan.

Langkah yang dilakukan Sukoyo sejalan dengan program BAZNAS dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2025 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ