BAZNAS Dorong Sirkular Ekonomi Peternak, Olah Kotoran Hewan Jadi Pupuk di Balai Ternak Sumedang
05/01/2026 | Ekonomi PedesaanBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus memperkuat kemandirian ekonomi peternak melalui penerapan sistem pertanian terpadu (integrated farming) di Balai Ternak Jatimekar, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Program ini mendorong praktik sirkular ekonomi dengan memanfaatkan kotoran hewan sebagai pupuk organik untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan.
Salah satu peternak mustahik binaan, Udin Samsudin, secara konsisten mengolah kotoran hewan (kohe) menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman rumput odot di galengan lahan miliknya. Praktik tersebut diterapkan sebagai bagian dari pendampingan rutin yang dilakukan oleh BAZNAS kepada para peternak, Senin (5/1/2026).
Pemanfaatan kohe sebagai pupuk dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas pakan ternak. Rumput odot yang dipupuk secara organik tumbuh lebih subur, hijau, serta memiliki masa pemulihan pascapanen yang lebih cepat. Kondisi ini memungkinkan peternak memenuhi kebutuhan pakan harian ternak secara mandiri tanpa ketergantungan pada pupuk kimia.
“Pemanfaatan kohe ini menjadi kunci efisiensi. Kami tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk kimia, sementara rumput odot tetap tumbuh melimpah untuk pakan ternak,” ujar Udin Samsudin.
Pendamping BAZNAS menyebutkan, praktik tersebut merupakan bagian dari edukasi berkelanjutan agar peternak mampu mengelola sumber daya lokal secara optimal, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan kandang. Dengan sistem sirkular ekonomi, limbah peternakan dapat diolah kembali menjadi input produksi yang bernilai guna.
Melalui program Balai Ternak, BAZNAS menargetkan terbentuknya peternak yang mandiri secara ekonomi dan cakap dalam manajemen usaha. Penekanan biaya operasional, khususnya pakan ternak, diharapkan mampu meningkatkan margin keuntungan peternak binaan.
BAZNAS menegaskan, program pemberdayaan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mendorong transformasi mustahik menjadi muzakki. Dengan pengelolaan usaha yang berkelanjutan, peternak di kawasan Jatigede, Sumedang, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan berkontribusi lebih luas bagi perekonomian daerah.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us