Perkuat Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI  Kembangkan Balai Ternak di Cirebon

Perkuat Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI  Kembangkan Balai Ternak di Cirebon. (Dok. BAZNAS RI)

Perkuat Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI  Kembangkan Balai Ternak di Cirebon

08/07/2026 | Humas BAZNAS RI

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi produktif, salah satunya Balai Ternak BAZNAS di Desa Tegal Karang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sebagai upaya mendongkrak ekonomi mustahik binaan. 

Balai Ternak Cirebon merupakan Balai Ternak Domba/Kambing ke-48 dari total 54 titik yang dikembangkan BAZNAS RI di berbagai daerah di Indonesia. Program ini terlaksana melalui sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Cirebon, Pemerintah Kabupaten Cirebon, dan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa`adi, M.Si., mengapresiasi tata kelola program serta kesungguhan para peternak binaan dalam mengembangkan usaha peternakan yang dijalankan.

"Balai Ternak ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama dalam pengembangan usaha ekonomi peternak mustahik. Melalui intervensi modal, fasilitas, dan pendampingan, kita bersama-sama mengupayakan peningkatan kesejahteraan mustahik agar kelak mereka mampu bertransformasi menjadi muzaki," ujar Zainut dalam kunjungan di Balai Ternak Cirebon, Senin (6/7/2026). 

Ia menjelaskan, program tersebut membina 20 kepala keluarga (KK) dengan total investasi mencapai Rp570.076.000. Anggaran berasal dari kolaborasi BAZNAS RI sebesar Rp470.076.000 dan dukungan BAZNAS Kabupaten Cirebon senilai Rp100 juta.

Zainut menjelaskan, anggaran tersebut kemudian digunakan untuk membangun berbagai fasilitas pendukung yang menjadi fondasi pengembangan peternakan modern.

"BAZNAS menyediakan satu unit kandang utama berkapasitas hingga 500 ekor, satu unit rumah pengelola kompos untuk pengolahan limbah, satu unit mesin pencacah rumput untuk efisiensi pakan, serta penyediaan obat-obatan dan pakan penggemukan berkualitas. Program ini juga menerapkan inovasi budidaya dan sistem pertanian terpadu," ujar Zainut.

Zainut menyampaikan, dengan dukungan sarana tersebut, Balai Ternak Cirebon kini mengelola 184 ekor domba yang terdiri atas empat ekor pejantan unggulan F1 Dorper Cross Garut, 80 ekor induk betina jenis gibas, serta 100 ekor bakalan jantan dari jenis Garut dan Gibas.

Menurut Zainut, pengembangan ternak tidak hanya berorientasi pada peningkatan populasi, tetapi juga kualitas hasil ternak melalui inovasi persilangan.

"Pengembangan ternak difokuskan pada inovasi budidaya persilangan antara pejantan Dorper F1 Cross Garut dengan ternak lokal guna menghasilkan keturunan yang berbobot optimal," ujarnya.

Zainut menambahkan, selain difokuskan pada penggemukan untuk kebutuhan hari raya kurban dan penjualan harian, Balai Ternak ini menerapkan konsep integrated farming system (sistem pertanian terpadu). 

"Melalui keberadaan rumah kompos, para peternak diajarkan untuk mengolah limbah menjadi pupuk kompos padat dan cair yang bernilai ekonomis tinggi," jelasnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan program juga diperkuat melalui pendampingan intensif kepada peternak. Pendampingan dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kemampuan teknis, kapasitas manajerial, hingga pengelolaan usaha agar peternak mampu membangun bisnis yang mandiri dan berdaya saing.

Lebih lanjut, Zainut menegaskan, BAZNAS akan terus memperluas program pemberdayaan serupa di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah sehingga semakin banyak mustahik yang dapat keluar dari kemiskinan dan bertransformasi menjadi muzaki.

"Kami akan terus mengoptimalkan amanah zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki, salah satunya dengan menghadirkan berbagai program pemberdayaan strategis untuk membantu para mustahik bangkit dari jeratan kemiskinan," tegasnya.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ