Dokumentasi BAZNAS RI
Perkuat Dakwah Inklusif, BAZNAS RI Rangkul Anak Punk hingga Seniman Jalanan di Surakarta
31/03/2026 | Humas BAZNAS RIBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengadakan Pesantren Cahaya Ramadan di Masjid Raya Fatimah, Surakarta, Jawa Tengah. Ini merupakan dakwah inklusif yang secara khusus menyasar kelompok masyarakat marjinal seperti anak punk, seniman jalanan, mantan preman, hingga teman tuna netra.
Sekretaris Utama (Sestama) BAZNAS RI, Subhan Cholid, Lc., M.A. mengatakan, kegiatan pesantren cahaya ini merupakan program khusus yang ada di bulan Ramadan sebagai upaya dakwah BAZNAS dalam memberikan pembinaan spiritual kepada mereka.
Selain itu kata dia, Ramadan juga merupakan momentum terbaik untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Karena itu melalui kegiatan pesantren 1000 Ramadan ini, BAZNAS ingin memastikan bahwa siapapun bisa merasakan kehadiran dan keberkahan Ramadan, tidak terkecuali komunitas marjinal, para mantan preman dan anak-anak jalanan
"Kami ingin mereka merasakan keberkahan Ramadan dan memiliki ruang untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena kegiatan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam menghadirkan dakwah yang inklusif, humanis, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat," kata Subhan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Adapun pelaksanaan pesantren Ramadan dilakukan melalui pendekatan seni budaya, yakni dengan menghadirkan pertunjukan seni seperti wayang jemblung serta penampilan monolog reflektif yang menggambarkan perjalanan hidup, penyesalan, dan harapan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Menurutnya, penggunaan media seni menjadi pendekatan yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan spiritual secara lebih dekat dan menyentuh pengalaman hidup para peserta.
Sementara itu, Ketua Yayasan Seniman Eling Gusti, Ikhsan Adi Kurniawan, menilai kolaborasi antara dakwah dan seni mampu menghadirkan ruang refleksi yang lebih mendalam bagi para peserta.
"Seni memiliki kekuatan untuk menyentuh batin manusia. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang perjumpaan antara seni dan spiritualitas agar teman-teman dari komunitas marjinal dapat menemukan kembali harapan dan jati diri mereka," katanya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Surakarta, Indriyani Dian Nurjanah, yang memberikan dukungan terhadap upaya pembinaan spiritual bagi kelompok masyarakat rentan. Bagi para peserta, kegiatan ini menjadi pengalaman Ramadan yang berbeda.
Salah satu peserta dari komunitas punk Solo Raya, Asepso, mengaku merasakan suasana kebersamaan yang jarang ia temui sebelumnya.
"Biasanya kami hanya tampil di jalanan. Di sini kami belajar tentang hidup, tentang Tuhan, dan tentang harapan. Rasanya seperti menemukan jalan baru," ujarnya.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us