Dokumentasi BAZNAS RI
Pelaku UMKM Binaan BAZNAS Berhasil Raup Rp600 Ribu dalam Empat Jam Penjualan
31/03/2026 | Humas BAZNAS RIBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program ZIfthar berhasil memberdayakan Shinta Lilyasari (51), pedagang makanan tradisional tape uli, hingga mampu meraup omzet Rp600 ribu hanya dalam empat jam penjualan.
Sebelumnya, Shinta merupakan seorang ibu rumah tangga dengan tiga orang anak. Namun, kondisi ekonomi keluarganya berubah setelah sang suami pensiun pada usia 56 tahun dari pekerjaannya sebagai petugas PPSU (Pasukan Oranye) di Jakarta. Ditambah kebutuhan ekonomi saat Ramadan kerap melonjak naik.
Sejak saat itu, Shinta harus berjuang membantu menopang perekonomian keluarga. Dalam kondisi tersebut, kehadiran program ZIfthar BAZNAS RI menjadi titik awal bagi Shinta untuk bangkit. Ia mengaku sangat bersyukur atas bantuan dan pendampingan yang diberikan BAZNAS, yang menurutnya datang pada saat keluarganya benar-benar membutuhkan dukungan.
"Suami saya baru saja pensiun, sekarang suami saya lebih banyak di rumah dan membantu saya. Sementara itu, ketiga anak saya masih membutuhkan biaya," ujar Shinta saat ditemui di Gerai ZIfthar BAZNAS, Jakarta.
Shinta mengatakan, berkat dukungan dari BAZNAS, kondisi ekonomi keluarganya perlahan mulai membaik. Ia merasa program ZIfthar tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga pendampingan yang membuat para pelaku usaha kecil lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya.
"Saya sangat senang bisa bergabung dalam program ZIfthar. Manfaat dari bantuan BAZNAS benar-benar saya rasakan. Karena kami juga didampingi. Alhamdulillah dari dagang di gerai ZIfthar BAZNAS saya bisa dapat Rp600 ribu dalam empat jam," ucapnya.
Adapun produk yang dijual melalui usaha yang diberi nama "Dapur Bunda Sinta", yakni ketan uli Rp15 ribu, tape uli Rp25 ribu hingga Rp35 ribu, serta es kopyor Rp8 ribu per botol.
Melalui program ZIfthar BAZNAS, Shinta juga memanfaatkannya sebagai sarana promosi untuk memperluas pasar. Setiap pembeli yang datang ke gerainya diberikan kartu nama agar dapat melakukan pemesanan kembali di kemudian hari. Ia mengaku, relasi yang terbangun melalui program ZIfthar turut membantu memperluas jaringan usahanya.
"Alhamdulillah banyak juga yang pesan," katanya. Pendapatan dari berjualan di Gerai ZIfthar BAZNAS tersebut kemudian diputar kembali sebagai modal usaha, sementara sebagian lainnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Menjelang Lebaran, Shinta juga biasanya membuka layanan pre-order untuk meningkatkan penjualan.
Ke depan, Shinta berharap kegiatan Gerai ZIfthar dapat terus diadakan setiap tahun, khususnya di wilayah Kebon Manggis, serta pendampingan bagi UMKM semakin diperkuat.
"Alhamdulillah, sejak bergabung dalam ZIfthar BAZNAS, usaha saya semakin dikenal dan pendapatan juga meningkat. Terima kasih BAZNAS dan para muzaki," ucapnya.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us