Dokumentasi BAZNAS RI
Kolaborasi BAZNAS dan Media Jadi Solusi Tingkatkan Literasi Zakat di Masyarakat
16/03/2026 | Humas BAZNAS RIPemimpin redaksi media nasional mendorong kolaborasi berkelanjutan antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan media untuk memperkuat literasi serta ekosistem filantropi Islam di Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin dan Pemimpin Redaksi Kompas.com Amir Sodikin dalam acara Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. KH. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., H. Idy Muzayyad, S.HI., M.S., H. Ending Syarifuddin, S.Ag., M.E., Hj. Neyla Saida Anwar, S.S., S.E., S.H., M.Hum., Deputi I Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, serta Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si.
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengungkapkan literasi filantropi Islam di Indonesia masih perlu ditingkatkan, termasuk pada generasi Z yang saat ini lebih akrab dengan isu-isu seperti kripto dibandingkan pemahaman tentang zakat, fidya, dan lain-lain.
Menurut Andi, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi media untuk mengambil peran strategis dalam memberikan edukasi yang lebih luas dan berkelanjutan kepada masyarakat.
Di sisi lain, Andi menilai masyarakat Indonesia memiliki tingkat kedermawanan yang tinggi. Hal ini tercermin dari respons publik terhadap isu kemanusiaan global, seperti konflik di Gaza, Palestina.
“Ketika ada video anak Palestina di Gaza yang menjadi korban bom, banyak netizen yang langsung menitipkan donasi secara pribadi, meskipun sebenarnya banyak lembaga resmi yang juga membuka donasi,” ujarnya.
Andi menambahkan, hal tersebut menunjukkan adanya potensi besar dalam filantropi masyarakat yang perlu diarahkan secara lebih terstruktur dan terkelola.
Ia pun optimistis kolaborasi antara BAZNAS dan media dapat memperkuat peran zakat dalam pembangunan sosial. “Oleh karena itu, peran media sangat penting dalam menyebarluaskan narasi dan literasi filantropi Islam. Kita tidak boleh hanya fokus pada angka dan kegiatan seremonial, tetapi harus membangun ekosistem filantropi Islam yang lebih luas,” kata Andi.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Kompas.com Amir Sodikin menekankan, pentingnya perubahan cara pandang masyarakat terhadap zakat.
“Zakat bukan hanya untuk orang miskin, tetapi justru menjadi benefit bagi orang kaya, karena membersihkan harta dan menjaga keseimbangan sosial,” ujar Amir Sodikin.
"Ini menjadi peluang besar bagi BAZNAS untuk terus membudayakan zakat sebagai kekuatan sosial masyarakat. Namun, kunci utama dari semua ini adalah kepercayaan. Kita harus memastikan bahwa masyarakat percaya bahwa zakat yang mereka salurkan dikelola secara amanah dan transparan oleh BAZNAS," lanjutnya.
Turut hadir pula, Plt Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah, Adita Irawati, Tenaga Ahli Utama Bidang Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Satria, serta Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us