KIP Apresiasi Pendekatan Epistemik BAZNAS dalam Keterbukaan Informasi Publik (Dok. BAZNAS RI/Humas)
KIP Apresiasi Pendekatan Epistemik BAZNAS dalam Keterbukaan Informasi Publik
01/05/2026 | Humas BAZNAS RIWakil Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), Arya Sandhiyudha, Ph.D., memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam menjunjung tinggi transparansi. Hal ini disampaikannya dalam agenda Pemaparan Hasil Penelitian Alumni Beasiswa Riset BAZNAS: Transparansi dan Akuntabilitas Zakat dalam Membangun Kepercayaan Publik di Era Keterbukaan Informasi, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, BAZNAS telah menunjukkan langkah maju yang signifikan dengan tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban administratif, melainkan membangun ekosistem informasi yang berbasis pada penelitian dan data yang kuat bagi kemaslahatan umat.
"Saya melihat BAZNAS dengan menggelar acara ini itu menunjukkan bahwa BAZNAS itu memang punya pendekatan terhadap keterbukaan informasi publik. Jadi, jarang nih ada badan publik yang merayakan keterbukaan informasi publik dengan cara melakukan uji penelitian, apalagi dibikin penelitiannya bagus banget tadi saya nyimak dan saya nyatet juga," jelas Arya Sandhiyudha dalam sambutannya.
Arya mengungkapkan, di tengah padatnya agenda undangan pada Hari Keterbukaan Informasi Nasional, ia secara khusus memprioritaskan untuk hadir di BAZNAS. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, mengingat peran vital lembaga tersebut yang bersentuhan langsung dengan kepentingan umat.
“Jadi, saya itu undangan di Hari Keterbukaan Informasi Nasional hari ini tuh banyak sekali ya, tapi saya memang memilih BAZNAS. Alasannya jelas, karena ini kan terkait dengan umat. BAZNAS juga terus terang saya bimbing langsung bagaimana BAZNAS bisa meningkat terus dalam pemeringkatan keterbukaan informasi publik. Jadi, saya memberikan atensi serius,” tuturnya.
Lebih lanjut, Arya menyoroti pentingnya melihat hubungan kausalitas antara performa lembaga zakat dan masyarakat informasi melalui pendekatan emik untuk memahami keragaman sudut pandang umat yang sangat tinggi. Menurutnya, respons masyarakat terhadap zakat tidak hanya didasarkan pada pendekatan etik lembaga, tetapi juga dipengaruhi oleh perbedaan pemahaman serta titik pandang yang beragam dalam menerima informasi.
Ia juga menyebut keberhasilan sebuah lembaga pengelola zakat tidak hanya diukur dari nilai etik internalnya saja, tetapi juga bagaimana lembaga tersebut mampu merespons kebutuhan masyarakat informasi yang kian kritis. Ia mencatat bahwa transparansi audit dan tata kelola yang baik atau Good Amil Governance menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan muzakki, terutama di era digital
"Persoalan mendasarnya adalah masyarakat kita menganggap penting tidak audit itu? Jadi, akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi itu kan prinsip-prinsip yang sebenarnya populernya dari rumpun dunia Barat yang seakan-akan umat itu tidak merasa perlu dengan tema-tema itu. Saya punya kesimpulan sebenarnya umat itu justru harus melampaui religiusitas dia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Program Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, M.Hum., mengatakan tema ini diambil bertepatan dengan Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HAKIN).
“Bahwa tema yang kita angkat pada kali ini adalah berkaitan dengan transparansi dan akuntabilitas dalam membangun kepercayaan publik di era keterbukaan informasi, tepat di Hari Keterbukaan Informasi Nasional,” jelas Farid.
Ia menjelaskan, penyampaian hasil riset dari para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) di hari peringatan HAKIN diharapkan kepercayaan muzaki kepada BAZNAS semakin kokoh.
“Melalui riset-riset ini, BAZNAS berupaya melakukan kontekstualisasi dan reinterpretasi terhadap pengelolaan zakat agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan tata kelola yang lebih baik, kepercayaan muzaki diharapkan terus meningkat sehingga manfaat yang diterima oleh para mustahik pun menjadi lebih optimal,” ujarnya.
Hadir juga dalam kesempatan tersebut Deputi I BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta, M.I.Kom., C.W.C., C.F.R.M., Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Ahmad Fikri, M.Pd. Turut bergabung pula Badan Pengurus LAZISMU Pusat Artati Haris, M.Si., serta para alumni penerima manfaat yaitu Alumni Beasiswa Riset BAZNAS Jenjang Magister UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2023 Hidayaneu Farchatunnisa, M.E. dan Alumni Beasiswa Riset BAZNAS Jenjang Sarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta Tahun 2022 Muhammad Nur Al Fatih Ilham, S.E.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us