Entaskan Kemiskinan, Wamenag RI Dorong BAZNAS Perkuat Program Pemberdayaan Umat (Dok. BAZNAS RI/Humas)
Entaskan Kemiskinan, Wamenag RI Dorong BAZNAS Perkuat Program Pemberdayaan Umat
23/04/2026 | Humas BAZNAS RIWakil Menteri Agama (Wamenag) RI Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi'i, S.H., M.Hum., mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk memperkuat program pemberdayaan umat dengan mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sebagai upaya mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam acara BAZNAS Collaborative Leadership (BCL) 2026 yang digelar di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (22/4/2026). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dan Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi'i, S.H., M.Hum., mengatakan pendekatan zakat harus bergeser dari sekadar bantuan karitatif menuju pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Zakat tidak hanya untuk memberi, tetapi untuk mengangkat mustahik menjadi muzaki yang mandiri. Dengan demikian, lembaga zakat bukan sekadar institusi filantropi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat,” kata Romo.
Ia menambahkan, penguatan peran tersebut memerlukan integrasi data, konsolidasi kelembagaan, serta kolaborasi lintas sektor agar pengelolaan zakat semakin efektif dan tepat sasaran.
"Saat ini, terdapat estimasi bahwa dengan Rp32 triliun, kemiskinan dapat diturunkan sebesar 2,21 persen atau sekitar 577.138 jiwa. Sementara dengan Rp40,51 triliun, dapat mengentaskan sekitar 1,35 juta jiwa, berdasarkan hitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS)," jelas Romo.
"Jika potensi zakat sebesar Rp327 triliun dapat dihimpun secara optimal, maka tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun zakat dapat menyelesaikan persoalan kemiskinan di Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, selama ini program pemberdayaan mustahik yang ada di BAZNAS sudah berjalan dengan baik. Ia menegaskan, komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas program melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"BAZNAS juga telah mengonsolidasikan kekuatan dengan berbagai pihak, seperti Tim Koperasi Merah Putih untuk pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta koordinasi dengan Menteri Desa dan Menteri Pertanian untuk optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian," kata Sodik.
Pada kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menekankan pentingnya dukungan regulasi dari Kementerian Agama untuk mengoptimalkan potensi zakat nasional, khususnya dalam memperkuat program pemberdayaan umat.
Rizaludin mengatakan, BAZNAS optimistis dapat mencapai target penghimpunan sebesar Rp160 triliun pada 2031, atau setara dengan 50 persen dari total potensi zakat nasional.
"Kuncinya adalah harmoni antara BAZNAS dan Kemenag. Sebagai pengelola, BAZNAS harus merasa nyaman dan leluasa bergerak dengan dukungan payung hukum yang kuat demi kemaslahatan umat," ujarnya.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us