Dukung Kemandirian Ekonomi, BAZNAS Adakan Pelatihan Mekanik Z-Auto Jabodetabek (Dok. BAZNAS RI/Humas)
Dukung Kemandirian Ekonomi, BAZNAS Adakan Pelatihan Mekanik Z-Auto Jabodetabek
08/05/2026 | Humas BAZNAS RIBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kota Depok resmi membuka pelatihan mekanik Z-Auto Jabodetabek 2026 di SMK Nasional Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh para penerima manfaat program Z-Auto dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang bertujuan membangun kemandirian para mustahik dengan menjadi mekanik profesional.
Hadir dalam kegiatan Pelatihan Mekanik Z-Auto antara lain Ketua BAZNAS Kota Depok Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bogor, Husein Al-Soleh, S.Ag., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Bogor, H. Irfan Maulana, S.Th.I., M.Pd., serta Kepala SMK Nasional Kota Depok, Muhammad Risam, M.Pd.
Ketua BAZNAS Kota Depok Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M., memberikan dukungan penuh pada acara pelatihan mekanik yang rencananya akan berlangsung selama 2 hari. Menurutnya, Z-Auto merupakan program pemberdayaan yang sangat luar biasa karena sejalan dengan misi besar pengelolaan zakat untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Program ini sejalan dengan filosofi zakat, yaitu bagaimana mentransformasi mustahik menjadi muzaki," ujarnya saat acara pembukaan Pelatihan Mekanik Z-Auto Jabodetabek 2026 yang diikuti 30 penerima manfaat.
Selama masa pelatihan, Endang berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal. Pelatihan teknik ini diharapkan tidak hanya menjadi sekadar teori, tetapi menjadi modal keterampilan yang kuat untuk membuka lapangan kerja baru.
”Kita tentu berharap agar teman-teman yang selama dua hari ini ditempa dan diberikan pelatihan mengenai pemahaman serta teknik perbengkelan dapat mengikutinya dengan baik. Mari kita doakan bersama agar mereka menjalaninya dengan serius sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan," tambah Endang.
Secara terpisah, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan, sejak diluncurkan pada 2021, Program Z-Auto telah menjangkau 27 provinsi dan 90 kabupaten/kota di Indonesia. Di Jawa Barat sendiri, Z-Auto telah tersebar di 79 titik.
"Program Z-Auto ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan keterampilan para mekanik agar lebih profesional, jadi BAZNAS tidak hanya memberikan modal usaha tetapi juga pelatihan dan pendampingan,” ujar Sodik.
BAZNAS RI telah menggelontorkan bantuan untuk Program Z-Auto Jabodetabek sebesar Rp600 juta dengan nilai bantuan Rp20 juta per mustahik, mencakup branding, peralatan bengkel, modal usaha, dan biaya pelatihan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Nasional Depok Muhammad Risam, M.Pd., berharap pelatihan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas pribadi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi lingkungan sekitar.
“Harapannya, setelah dari sini, mereka yang belum memiliki bengkel bisa segera membuka usaha, dan yang sudah berjalan bisa lebih berkembang. Jika bengkel tumbuh, mereka bisa memberdayakan keluarga atau tetangga sekitar, sehingga kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” kata Muhammad Risam.
Salah satu peserta pelatihan Mekanik Z-Auto asal Jakarta, Asep Hepnadi merasakan langsung transformasi bengkelnya setelah mendapatkan bantuan melalui program Z-Auto. Asep mengaku sebelum bergabung dengan program Z-Auto, ia sering menghadapi komplain dan ketidakpuasan konsumen yang datang ke bengkelnya di kawasan Manggarai.
"Dulu kami pakai cara-cara manual (untuk mengecek kerusakan), kadang suka salah menganalisa. Misalnya indikasi awal sensor CKP, ternyata setelah diganti baru masalahnya ada pada fuel pump. Itu bikin konsumen jengkel karena biaya jadi dobel," ungkap Asep.
Menurutnya, semua itu terjadi karena keterbatasan alat dan metode analisis kerusakan motor. Namun sejak mendapatkan bantuan dari BAZNAS melalui program Z-Auto, terutama sejak mendapatkan bantuan berupa peralatan yang lebih modern, kesalahan-kesalahan tersebut dapat diminimalisir dan pelayanan jauh lebih profesional.
“Jadi saya berharap BAZNAS terus mengadakan pelatihan-pelatihan seperti ini agar kami semakin teliti dalam menganalisis kerusakan motor. Ini sangat penting bagi kami untuk menjaga kepercayaan konsumen,” tuturnya.
Terakhir, Asep juga mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI atas bantuan program dan kesempatan mengikuti pelatihan mekanik Z-Auto. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah menitipkan zakatnya kepada BAZNAS.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Berkat zakat ini, kami bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dalam mencari nafkah untuk keluarga. Semoga rezeki para muzaki dilipatgandakan dan BAZNAS semakin mantap dalam membantu saudara-saudara kita di seluruh Indonesia,” ujar Asep.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us