BAZNAS dan HKTI Bersinergi Majukan Pertanian di Indonesia. (Dok. BAZNAS RI/Humas)
BAZNAS dan HKTI Bersinergi Majukan Pertanian di Indonesia
09/07/2026 | Humas BAZNAS RIBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) membangun sinergi melalui sejumlah program strategis, termasuk pemberdayaan ekonomi umat di sektor pertanian sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS dan HKTI yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Pertemuan dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., serta Ketua Umum DPP Wanita Tani Indonesia HKTI Dra. Anita Ariyani.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, BAZNAS dan HKTI memiliki visi yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita dua lembaga yang punya misi yang sama untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun kesejahteraan. Petani, nelayan, dan kelompok rentan lainnya merupakan bagian dari kelompok sasaran (pemberdayaan) BAZNAS," ujar Sodik.
Lebih lanjut, Sodik menjelaskan berbagai program unggulan BAZNAS memiliki irisan yang kuat dengan program pemberdayaan HKTI sehingga dapat dikembangkan melalui kolaborasi yang lebih luas.
"Irisan indikator dampaknya (outcome) sudah sangat jelas, mulai dari peningkatan pendapatan, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, hingga pemberdayaan perempuan dan kelestarian lingkungan," jelasnya.
"Kami juga ada program Jaminan Sosial Kesehatan bagi pekerja rentan mungkin itu juga bisa dikolaborasikan bersama HKTI, karena petani juga menjadi sasaran BAZNAS," ujarnya.
Tidak hanya pada aspek pemberdayaan, Sodik juga berharap sinergi tersebut dapat memperluas ekosistem zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Kementerian Pertanian, HKTI, maupun pelaku usaha sektor pertanian.
"Kami membutuhkan penguatan akses. Di Kementerian Pertanian maupun BUMN sektor pertanian terdapat banyak perusahaan besar yang mungkin secara regulasi tidak dapat menyalurkan bantuan langsung kepada HKTI. Namun apabila perusahaan atau karyawannya menunaikan zakat usaha melalui BAZNAS, dana tersebut dapat kami kelola dan disalurkan kembali untuk mendukung program-program bersama HKTI," jelasnya.
Senada dengan itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan menilai sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang paling cepat menghasilkan dampak dari penyaluran zakat produktif.
Ia menilai, terdapat peluang besar untuk memperkuat kolaborasi dengan HKTI, terutama dalam mengedukasi petani yang telah memenuhi nisab agar menunaikan zakat pertanian.
Menurut Rizaludin, sinergi tersebut juga dapat diperkuat melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis pertanian di tingkat desa agar penghimpunan dan pendayagunaan zakat dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Wanita Tani Indonesia HKTI Anita Ariyani menyambut baik rencana kolaborasi dengan BAZNAS.
Menurutnya, berbagai program unggulan BAZNAS memiliki keselarasan dengan agenda pemberdayaan yang dijalankan HKTI, sehingga sinergi antarlembaga menjadi penting untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
"Melihat 13 program unggulan BAZNAS, program kami sangat inline (sejalan). Kami tentu tidak bisa bekerja sendiri dan tidak bisa hanya bergantung pada Kementerian Pertanian yang anggarannya terbatas. Oleh karena itu, kami bersinergi dengan berbagai lembaga, salah satunya BAZNAS, untuk mengajukan program kolaborasi," ujar Anita.
Ia menambahkan, salah satu program yang dapat dikembangkan bersama ialah Program Ultra Poor Graduation (UPG) yang berfokus pada penguatan usaha masyarakat miskin hingga mampu mandiri secara ekonomi. Melalui kolaborasi tersebut, HKTI berharap sektor pertanian tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi jalan keluar dari kemiskinan.
"Melalui kolaborasi ini, kita ingin membuktikan kepada publik bahwa sektor pertanian dan ketahanan pangan adalah solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan," ucap Anita.
Turut hadir Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan HKTI, Anang Nugroho, Sekretaris Bidang Penelitian dan Pengembangan HKTI, Prof. Dr. Achmad Syahid, Waketum Wanita Tani Indonesia HKTI Dr. Ir. Hj. Athea Sarastiani, MM. dan Lely Pelitasari Soebekty, SP., ME.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us