BAZNAS RI dan UMB Bersinergi Bantu Mahasiswa Prasejahtera Lanjutkan Kuliah. (Dok. BAZNAS RI)
BAZNAS RI dan UMB Bersinergi Bantu Mahasiswa Prasejahtera Lanjutkan Kuliah
14/09/2026 | Humas BAZNAS RIBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi bagi mahasiswa UMB dari keluarga prasejahtera.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Universitas Muhammadiyah Bandung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (10/9/2026). Audiensi tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., serta Rektor UMB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyambut baik sinergi bersama UMB. Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga membantu BAZNAS memastikan bantuan pendidikan yang diberikan tepat sasaran.
"BAZNAS baru saja meluncurkan Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Dalam Negeri. Program ini ditujukan bagi mahasiswa semester 5 ke atas. UMB sudah masuk sebagai mitra, dan insyaallah bisa," ujar Sodik.
Sodik berharap, melalui Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Dalam Negeri, BAZNAS dapat mendukung bantuan pendidikan dari pemerintah untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan kuliah hingga lulus.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan BAZNAS juga membuka peluang dukungan bagi mahasiswa baru UMB dari keluarga kurang mampu melalui mekanisme penggalangan dana bersama (co-fundraising) antara UMB dan BAZNAS.
Menurut Rizaludin, mekanisme co-fundraising tersebut dapat dikembangkan untuk membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan kuliah.
"Dulu, karena dana terbatas, kami harus memilih apakah menyelamatkan mahasiswa baru atau mahasiswa tingkat akhir. Kami pernah mencoba untuk mahasiswa baru, tetapi ternyata mahasiswa tingkat akhir yang mengalami putus kuliah juga banyak. Akhirnya, kami menyelamatkan mahasiswa semester 5 ke atas selama dua tahun," ujarnya.
Menurut Rizaludin, mekanisme tersebut dapat dikembangkan dengan menyusun profil mahasiswa atau kasus tertentu yang membutuhkan dukungan masyarakat, khususnya untuk membantu mahasiswa prasejahtera UMB.
Ia menilai, masyarakat dan donatur pada dasarnya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap program beasiswa apabila kebutuhan penerima manfaat disampaikan secara jelas.
Rizaludin berharap, melalui berbagai mekanisme tersebut, BAZNAS dan UMB dapat bersama-sama membantu mahasiswa UMB mengakses pendidikan tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UMB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU., mengapresiasi perhatian BAZNAS terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa, termasuk mahasiswa UMB yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Herry menyambut baik kolaborasi tersebut karena diharapkan dapat membantu mahasiswa tetap mengakses pendidikan, sekaligus menjaga keberlangsungan operasional kampus tanpa terganggu persoalan keuangan.
"Kami tidak ingin ada mahasiswa yang karena belum melunasi SPP kemudian tidak diperbolehkan mengikuti ujian. Namun, di sisi lain, tunggakan tersebut menjadi beban bagi kampus. Karena itu, kami berharap ada solusi agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan sekaligus kondisi keuangan kampus tetap terjaga," ujarnya.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us