BAZNAS RI dan LKSA Budi Mulya Hadirkan Pesantren Marjinal untuk 100 Anak Yatim Banyuwangi (Dok. BAZNAS RI/Humas)
BAZNAS RI dan LKSA Budi Mulya Hadirkan Pesantren Marjinal untuk 100 Anak Yatim Banyuwangi
06/03/2026 | Humas BAZNAS RIBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Budi Mulya menggelar program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan 1447 H yang diikuti 100 anak yatim di Kabupaten Banyuwangi. Program kolaborasi ini dibuka pada 28 Februari dan berlangsung hingga 1 Maret 2026.
Acara pembukaan program berlangsung di Aula Panti Asuhan Budi Mulya dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M., Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi, Drs. Dwi Yanto, M.A.P., serta jajaran pengurus panti asuhan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa program ini menjadi bukti dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang inklusif. Pihaknya ingin agar anak-anak tidak hanya mendapat dukungan materi, tetapi juga edukasi.
"Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan adalah jembatan kasih sayang dari para muzaki untuk anak-anak kita yang berada di garis marjinal. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yatim di Banyuwangi tidak hanya mendapatkan bantuan materi, tetapi juga asupan rohani dan motivasi agar mereka memiliki mentalitas pemenang dalam menghadapi masa depan," jelas Saidah Sakwan dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa fokus utama BAZNAS RI melalui program ini adalah memberikan akses pendidikan agama yang berkualitas bagi mereka yang selama ini kurang terjangkau.
"Melalui tema 'Jalan Cahaya', kami berharap kegiatan ini menjadi wasilah bagi lahirnya generasi emas yang berakhlakul karimah. BAZNAS berkomitmen untuk hadir di tengah-tengah mereka, memastikan bahwa setiap anak bangsa, apa pun latar belakangnya, memiliki hak yang sama untuk merasakan kemuliaan dan keberkahan bulan suci Ramadan," kata Saidah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, sinergi ini sangat krusial dalam memperkuat nilai keagamaan sekaligus membangun semangat kebersamaan di masyarakat.
"Kami memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Sinergi antara BAZNAS RI dan daerah adalah kunci untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus mempererat semangat kebersamaan di tengah masyarakat kita," katanya.
Sepanjang rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (1/3/2026), para peserta mengikuti kajian keislaman, pembinaan akhlak, motivasi diri, serta pendampingan ibadah Ramadan yang dikemas secara interaktif dan edukatif. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta membangun cita-cita besar anak-anak yatim sebagai generasi masa depan.
Program ini kemudian ditutup oleh Perwakilan BAZNAS RI Bidang Pendidikan dan Dakwah, Muhammad Reno Fathur Rahman, S.E. Ia menyampaikan bahwa selama Ramadan tahun ini, BAZNAS RI menggulirkan sekitar 30 program di berbagai wilayah Indonesia. Program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan ini menjadi salah satu ikhtiar untuk mensyiarkan dan menyemarakkan bulan suci.
"Harapannya, dari pesantren bertema Jalan Cahaya ini akan lahir cahaya-cahaya baru," tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan peserta, BAZNAS turut menyalurkan 100 kemasan susu ukuran 1 liter kepada seluruh peserta untuk mendukung kesehatan anak-anak yatim di Banyuwangi.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us