BAZNAS RI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Perlindungan Kesehatan bagi Dhuafa

BAZNAS RI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Perlindungan Kesehatan bagi Dhuafa. Foto: Dokumentasi BAZNAS RI/Humas

BAZNAS RI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Perlindungan Kesehatan bagi Dhuafa

18/05/2026 | Humas BAZNAS RI

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima silaturahmi dan audiensi direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jakarta, Rabu (13/5/2026). Pertemuan ini dilakukan untuk membahas penguatan sinergi dalam menjamin perlindungan kesehatan bagi kaum dhuafa.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana perjanjian kerja sama yang akan mengatur mekanisme intervensi bantuan bagi dhuafa, baik dalam bentuk pembiayaan iuran JKN yang tertunggak maupun pemberian bantuan akses medis darurat bagi mustahik yang belum ter-cover jaminan kesehatan.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari ajaran Islam yang mewajibkan umatnya untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan. Ia menekankan pentingnya sinergi yang berlandaskan prinsip Al-Qur'an tersebut seperti program bantuan kesehatan bagi dhuafa yang dibahas.

"Program bantuan mustahik kami memang ada banyak, salah satunya kesehatan. Ada juga sembako makanan, pakaian. Ada juga kegiatan pendidikan, dari mulai bangunannya, sampai beasiswa bagi siswa, mahasiswa. Untuk kesehatan juga ada, mulai dari rumah sehat atau klinik," jelas Sodik dalam sambutannya.

Menurutnya, BAZNAS RI saat ini sedang intensif mengembangkan program bantuan darurat bagi dhuafa yang salah satu manfaatnya adalah menjamin masyarakat miskin tetap mendapatkan penanganan medis meski terkendala administrasi. Sinergi dengan BPJS Kesehatan dapat dibentuk, khususnya dalam memberikan intervensi pembiayaan bagi mustahik yang kepesertaannya tidak aktif agar akses kesehatan mendesak tidak terputus.

Lebih lanjut, Sodik menyebut sinergi ini akan sangat berperan dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat nasional. Menurutnya, transparansi dan ketepatan program menjadi tolok ukur utama masyarakat dalam memilih lembaga untuk menyalurkan bantuannya.

"Karena saya katakan bahwa kepercayaan masyarakat itu bukan dari kampanye kita, tapi dari pilihan program-program strategis dan juga bagaimana memberikan laporan terhadap tugas-tugas itu," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat dan dukungan terbuka dari pihak BAZNAS RI terhadap rencana sinergi strategis ini. Ia menegaskan bahwa BPJS Kesehatan berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti setiap poin yang akan menjadi kesepakatan dalam Perjannian Kerja Sama (PKS) nantinya. 

Ia juga menjelaskan bahwa pertemuan ini untuk menjajaki kolaborasi dengan BAZNAS dalam mensinkronkan data mustahik guna membantu warga miskin yang iurannya tidak aktif atau memerlukan biaya pengobatan yang tidak ditanggung oleh sistem JKN. Saat ini, kepesertaan BPJS telah mencakup 285 juta jiwa atau 98 penduduk penduduk, namun lembaga tersebut menghadapi tantangan finansial berupa defisit operasional yang cukup besar.

"Biaya kesehatan yang dinilai rupiah itu sehari Rp500 miliar. Kalau sebulan bisa Rp16 triliun. Padahal masuknya tadi Pak, Rp14 triliun. Jadi mengambil tabungan Rp2 triliun sebulan. Jangan sampai makan utang. Kita sementara makan tabungan, tapi jangan sampai nanti makan utang," tutur Prihati.

Selain kerja sama layanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga berencana membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bagi sekitar 10.000 pegawainya di seluruh Indonesia melalui sistem pemotongan gaji otomatis untuk disalurkan ke BAZNAS. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sumber pendanaan zakat yang lebih besar dan berkelanjutan dibandingkan pola kerja sama parsial yang telah berjalan sebelumnya.

"Pegawai BPJS Kesehatan seluruh Indonesia ini ada 10.000, dari 10.000 orang ini, kalau Bapak mau sasar sebagai UPZ (Unit Pengumpul Zakat), itu luar biasa," ungkapnya dalam pertemuan tersebut.

Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, Ak, CPA. Turut hadir Deputi I BAZNAS RI, H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.Ikom., CWC., CFRM., Direktur Pengumpulan Badan BAZNAS RI Faisal Qosim, Direktur Pendayagunaan BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo, Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Agus Siswanto, Kepala Divisi Pengumpulan ZKL Mohan, Kepala Divisi Pengumpulan UPZ Tri Hadian, Kepala Divisi Kesehatan Siti Masturah, Kepala Divisi Pengumpulan CSR Budi Setiawan, serta Gunawan dan Umar.

Dari pihak BPJS Kesehatan, hadir Direktur Kepesertaan Akmal Budi Yulianto, Direktur Keuangan dan Investasi Bayu Teja Muliawan, serta Anggota Dewan Pengawas Rukijo. Jajaran manajemen lainnya yang turut serta adalah Sekretaris Badan Benjamin Saut PS, Deputi Direksi Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan Mangisi Raja Simarmata, Deputi Direksi Bidang Kebijakan dan Data Kepesertaan Donni Hendrawan, Deputi Direksi Bidang Manajemen Iuran Agus Mustopa, serta Deputi Direksi Bidang Hubungan Antar Lembaga Kisworowati.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ