BAZNAS RI Perkuat Sinergi Fundraising ZIS-DSKL Bersama POROZ

Dokumentasi BAZNAS RI

BAZNAS RI Perkuat Sinergi Fundraising ZIS-DSKL Bersama POROZ

13/02/2026 | Humas BAZNAS RI

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat sinergi pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) bersama Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) melalui Forum Diskusi Fundraising periode 2026–2030, Kamis (5/2/2026).

Forum diskusi ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan visi, kebijakan, serta langkah operasional antara BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam menghadapi tantangan pengelolaan dana umat ke depan. Penguatan kolaborasi dinilai penting agar pengelolaan ZIS-DSKL dapat berjalan lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, menegaskan, sinergi antar lembaga pengelola zakat merupakan kunci dalam menjaga kepercayaan muzakki sekaligus meningkatkan efektivitas penghimpunan dana umat secara nasional.

“Pengelolaan zakat ke depan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan keselarasan visi, penguatan sistem, dan kolaborasi nyata antar lembaga agar dana umat dapat dikelola secara profesional dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Rizaludin.

Dalam forum tersebut, BAZNAS juga menyoroti pentingnya fokus pada pelayanan muzakki sebagai prioritas utama lembaga zakat. Risiko krisis kelembagaan dapat terjadi pada lembaga mana pun apabila kepercayaan muzakki tidak dikelola dengan baik. Untuk itu, BAZNAS merencanakan penerbitan buku roadmap pengelolaan muzakki sebagai panduan bersama.

Isu literasi zakat turut menjadi perhatian utama. Rendahnya pemahaman zakat di kalangan pelajar dinilai berpengaruh terhadap keputusan berzakat di masa depan. Forum ini mendorong upaya bersama agar literasi zakat dapat diperkenalkan sejak usia dini melalui pendekatan edukatif yang berkelanjutan.

Selain itu, strategi fundraising dibahas tidak hanya dari sisi penghimpunan, tetapi juga penguatan pencatatan dan pelaporan yang akuntabel, termasuk optimalisasi pelaporan dana off balance. Penguatan komunikasi publik melalui kolaborasi dengan influencer yang memahami regulasi zakat juga menjadi salah satu rekomendasi forum.

Rizaludin menambahkan, sinergi pengumpulan ZIS-DSKL juga penting dalam mendukung respons kemanusiaan dan kebencanaan, khususnya pada fase pascatanggap darurat yang berfokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Dana zakat dan dana sosial keagamaan memiliki peran strategis dalam pemulihan masyarakat terdampak bencana. Sinergi antar lembaga akan memperluas jangkauan layanan dan memastikan keberlanjutan pendampingan bagi para mustahik,” katanya.

Forum diskusi ini dihadiri oleh jajaran BAZNAS RI, di antaranya Deputi 1 Bidang Pengumpulan, Kepala Biro Koordinasi Kerjasama dan Harmonisasi Nasional, Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan LAZ, Kepala Divisi Penguatan Penyaluran dan Pendistribusian LAZ, serta para pimpinan dan perwakilan LAZ anggota POROZ.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ