Dokumentasi BAZNAS RI
BAZNAS RI Ajak Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat selama Ramadan
24/02/2026 | Humas BAZNAS RIBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan webinar edukasi bertajuk "Tips Sehat Selama Ramadan: Peran Nutrisi dalam Kualitas Puasa" sebagai upaya meningkatkan kesadaran umat akan pentingnya menjaga kesehtan fisik selama menjalankan ibadah di bulan suci.
Â
Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Senin (23/2/2026) ini menghadirkan pakar kesehatan guna memberikan panduan praktis bagi masyarakat, khususnya peserta yang hadir.
Â
Sekretaris Utama BAZNAS RI, Dr. KH. Subhan Cholid, Lc., M.A., menyampaikan bahwa kesehatan merupakan modal utama bagi setiap Muslim agar dapat mengisi kegiatan Ramadan secara optimal. Ia menegaskan bahwa puasa bukan sekadar kewajiban spiritual, tetapi juga instrumen kesehatan yang memiliki dampak nyata pada mental dan produktivitas.
Â
"Pesan Nabi sangat jelas, Suumu Tasihhu berpuasalah maka kamu akan sehat. Di sinilah peran zakat hadir, BAZNAS tidak hanya mengelola program yang bersifat konsumtif, tetapi juga edukasi kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup umat," ujarnya.
Â
Ia menambahkan, melalui zakat yang ditunaikan para muzaki, BAZNAS menjalankan berbagai program kesehatan di Ramadan seperti Shelter Ojek Sehat hingga bersih-beraih fasilitas ibadah. Harapannya, mustahik yang sehat dapat lebih kuat beribadah dan produktif dalam mencari rezeki hingga kelak bertransformasi menjadi muzaki.
Â
Hadir sebagai narasumber tunggal, Kepala Rumah Sehat BAZNAS Sidoarjo, dr. Yenny Wulandari, M.M., M.Kes., menjelaskan bahwa puasa Ramadan adalah bentuk intermittent fasting alami yang sangat efektif untuk kesehatan metabolisme. Berdasarkan data medis, puasa mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sebesar 8-15%Â dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Â
"Kendala yang sering muncul bukan pada puasanya, melainkan pola makan yang kurang tepat. Sahur adalah sumber energi utama, maka komposisinya harus tepat untuk menjaga stabilitas gula darah dan memperlambat rasa lapar selama 12 jam ke depan," jelas dr. Yenny.
Â
Dalam paparannya, dr. Yenny membagikan strategi praktis pemenuhan cairan melalui metode "Pola 2-4-2", yakni membagi konsumsi air putih menjadi dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Strategi ini dinilai efektif memenuhi kebutuhan hidrasi tanpa menimbulkan rasa kembung.
Â
"Untuk berbuka, sebaiknya dilakukan secara bertahap. Awali dengan air putih dan kurma untuk menstabilkan gula darah. Untuk porsi makan besar, gunakan komposisi 50 persen sayur, 25 persen protein, dan 25 persen karbohidrat," tambahnya.
Â
Selain nutrisi, dr. Yenny juga menyoroti pentingnya manajemen waktu tidur dan aktivitas fisik. Ia menyarankan total waktu tidur akumulatif selama 6-8 jam dengan tambahan power nap di siang hari. Adapun olahraga tetap disarankan dengan intensitas ringan menjelang waktu berbuka atau setelah salat Tarawih untuk menjaga kebugaran tanpa menguras energi berlebih.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us