BAZNAS RI: Penguatan Ekosistem Zakat Percepat Pengentasan Kemiskinan

BAZNAS RI: Penguatan Ekosistem Zakat Percepat Pengentasan Kemiskinan. (Dok. BAZNAS RI)

BAZNAS RI: Penguatan Ekosistem Zakat Percepat Pengentasan Kemiskinan

29/05/2026 | Humas BAZNAS RI

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan penguatan ekosistem zakat di daerah menjadi kunci dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan transformasi sosial-ekonomi masyarakat. Karena itu, BAZNAS RI mengajak seluruh BAZNAS daerah memasifkan gerakan cinta zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tengah masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam acara BAZNAS Development Forum bertema “Penguatan Ekosistem Zakat Daerah untuk Akselerasi Transformasi Sosial-Ekonomi Masyarakat”, yang diselenggarakan di Gedung Yudha Abdi Negara, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2026). 

Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, MA., Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, MM., Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI sekaligus Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana beserta jajaran.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, MA., mengatakan, semakin kuat ekosistem zakat di daerah, maka semakin besar pula dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Saidah, zakat tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban agama semata, tetapi juga perlu dibangun menjadi budaya dan bagian dari gaya hidup masyarakat.

“Bagaimana zakat itu bukan sekadar karena perintah atau dorongan, tetapi sudah menjadi lifestyle. Orang-orang menjalankan dan menunaikan zakat sebagai bagian dari gaya hidupnya. Ini yang harus terus didorong,” ujar Saidah.

Ia menambahkan, penguatan ekosistem zakat tidak dapat dilakukan sendiri oleh BAZNAS ataupun pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

“Transformasi itu bisa kita lakukan kalau connect the dots. Masing-masing titik harus terhubung. Dengan connectivity dan pentahelix, semua akan bergerak. Dan itulah yang kita lakukan hari ini,” kata Saidah.

Saidah juga mengapresiasi sinergi positif antara BAZNAS Kabupaten Majalengka dan Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperkuat ekosistem zakat daerah, mulai dari dukungan terhadap zakat ASN hingga optimalisasi CSR perusahaan-perusahaan di Majalengka.

Selain itu, menurutnya, langkah BAZNAS Majalengka yang mulai masuk ke sekolah-sekolah menjadi upaya penting dalam membangun budaya zakat sejak dini di tengah masyarakat.

“Untuk membangun culture, membangun budaya, dan membangun attitude. Ini penting, karena manasik zakat itu belum banyak,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, MM., menyambut baik pelaksanaan BAZNAS Development Forum di Majalengka. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi pemerintah daerah dengan BAZNAS dalam memperkuat ekosistem zakat di daerah.

“Orientasi program yang dijalankan BAZNAS sejalan dengan orientasi program pemerintah daerah. Maka ketika berbicara APBD di tangan kanan, BAZNAS ada di tangan kiri. Maka bagi kami BAZNAS adalah ‘Menyelesaikan Semua Masalah Tanpa Masalah’,” ujar Eman.

Menurutnya, keberadaan BAZNAS sangat membantu pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan sosial masyarakat, mulai dari kemiskinan, stunting, rumah tidak layak huni, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Dalam upaya memperkuat ekosistem zakat daerah, Eman menambahkan, Pemerintah Kabupaten Majalengka terus mendorong peningkatan zakat profesi ASN, optimalisasi CSR perusahaan, serta berbagai inovasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Majalengka.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memunculkan program-program baru yang sangat sejalan dengan harapan masyarakat, termasuk harapan kami di pemerintah daerah,” ujar Eman.

Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Development Forum. Ia berharap, melalui kegiatan tersebut dapat melahirkan berbagai terobosan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

“Kami berharap apa yang kita diskusikan, gali, dan presentasikan di sini dapat memberikan manfaat,” ujarnya.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ