Anak Komunitas Adat Binaan BAZNAS Lolos SNBT UIN Banten (Dok. BAZNAS RI/Humas)
Anak Komunitas Adat Binaan BAZNAS Lolos SNBT UIN Banten
19/05/2026 | Humas BAZNAS RIBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerjasama dengan Rumah Edukasi dan Literasi Al-Qur'an (ReliQ) berhasil menghantarkan Tia Setiawan, anak komunitas Adat Kasepuhan Karang Banten masuk UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Tia berhasil lolos seleksi dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui program Kemitraan Pendidikan Khusus Komunitas Adat. Program ini fokus untuk memberikan pendampingan serta fasilitasi belajar bagi siswa SMP dan SMA Masyarakat Adat agar dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan keberhasilan ini menunjukkan keterbatasan sosial dan ekonomi tidak menghalangi siapa pun termasuk komunitas adat untuk mendapatkan pendidikan tinggi.
“Pendidikan adalah jalan keluar untuk memutus rantai kemiskinan, karena itu BAZNAS hadir tidak hanya di ranah keagamaan tetapi juga memberikan dukungan akademik kepada anak-anak yang berprestasi dan ingin melanjutkan sekolah yang lebih tinggi,” kata Sodik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (18/5/2016).
Direktur ReliQ, Muflihin mengatakan, pendampingan dan motivasi merupakan salah satu yang dibutuhkan oleh siswa siswi masyarakat adat untuk berani meraih mimpi mereka. Keberhasilan Tia, kata dia, adalah bukti bahwa dengan bimbingan yang tepat, dukungan yang berkelanjutan, serta semangat pantang menyerah, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
"Alhamdulillah, upaya tersebut membuahkan hasil yang membanggakan,” kata Muflihin.
Tia sendiri menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS RI dan ReliQ atas segala bimbingan, dukungan, dan kesempatan yang telah diberikan.
“Bagi saya, ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga harapan baru bagi anak-anak dari Masyarakat Adat Kasepuhan Karang. Saya tumbuh dari keterbatasan, namun melalui dampingan dari ReliQ dan BAZNAS, saya belajar bahwa mimpi tidak pernah dibatasi oleh keadaan. Justru dari tempat yang sederhana, saya diajarkan untuk berani melangkah lebih jauh dan percaya bahwa masa depan bisa diubah dengan usaha dan doa,” ujar Tia.
Kegiatan ini melibatkan Fasilitator lapangan mulai dari mahasiswa, Dosen, guru dan pegiat sosial lainnya turut berperan aktif dalam proses kegiatan ini, mulai dari pendampingan belajar, pembinaan karakter, hingga memberikan dukungan emosional di setiap tahapan. Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi anak-anak dampingan lainnya untuk terus berjuang dan percaya pada potensi diri mereka.
"Pesan saya untuk teman-teman lainnya, khususnya yang berasal dari latar belakang yang sama, jangan pernah takut untuk bermimpi besar. Teruslah berusaha, percaya pada diri sendiri, dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada. Semoga langkah kecil ini menjadi awal bagi perubahan yang lebih besar. Semoga ReliQ dan BAZNAS RI terus hadir menjadi jembatan harapan bagi lebih banyak generasi muda, agar tidak ada lagi mimpi yang terhenti hanya karena keterbatasan,”ujar Tia
BAZNAS dan ReliQ berharap, capaian ini dapat menjadi langkah awal bagi para penerima manfaat untuk terus berkembang, sekaligus menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam mendukung pendidikan anak-anak Indonesia.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us