Yossi Bangkit di Tengah Lesunya Ekonomi dan Kenaikan Harga Bahan Pokok

Yossi Bangkit di Tengah Lesunya Ekonomi dan Kenaikan Harga Bahan Pokok

08/05/2026 | Humas BAZNAS RI

Di tengah tantangan ekonomi berupa menurunnya daya beli masyarakat dan meningkatnya harga bahan pokok, semangat juang ditunjukkan oleh Yossi Sandra Corry (48 tahun), pelaku usaha kuliner di Kelurahan Birugo Puhun, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Kota Bukittinggi.

Setiap pagi sebelum kota benar-benar terbangun, Yossi sudah lebih dulu sibuk di dapurnya. Dari usaha sederhana berupa lotek yang ia jual untuk sarapan, ia menggantungkan penghasilan utama keluarga. Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, usaha ini tetap ia pertahankan dengan ketekunan yang tidak goyah. Rata-rata, usaha tersebut mampu menghasilkan laba sekitar Rp3.500.000 per bulan—angka yang tidak besar, namun sangat berarti di tengah tekanan ekonomi yang terus meningkat.

“Harus pintar putar otak supaya tetap bisa bertahan, walaupun daya beli turun dan harga bahan naik,” ujarnya.

Namun bagi Yossi, bertahan saja tidak cukup. Titik balik datang ketika ia menjadi binaan BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bukittinggi dan memperoleh tambahan modal usaha. Dukungan ini tidak hanya menjaga keberlangsungan usahanya, tetapi juga membuka ruang untuk berinovasi. Ia mulai melangkah lebih jauh dengan menambah sumber penghasilan: berdagang topi di pasar malam Kota Bukittinggi pada sore hingga malam hari.

Keputusan itu menjadi langkah berani yang kemudian membuahkan hasil nyata. Perlahan, pendapatan keluarganya meningkat hingga sekitar Rp5.000.000 per bulan. Lebih dari sekadar angka, peningkatan ini mencerminkan perubahan cara pandang: bahwa usaha kecil pun bisa tumbuh jika disertai keberanian untuk mencoba hal baru.

Di balik kesibukannya, Yossi tetap memegang satu prinsip yang ia yakini sebagai pegangan hidup. Sebagai tulang punggung keluarga, ia menempatkan ketekunan sebagai kunci utama dalam menghadapi segala keterbatasan.

“Kita harus kuat dan terus berusaha agar kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anak bisa terpenuhi,” tuturnya dengan penuh harap.

Kisah Yossi menjadi potret nyata bahwa tekanan ekonomi bukan akhir dari perjalanan, melainkan titik awal untuk beradaptasi. Dengan kerja keras, inovasi sederhana, serta dukungan permodalan yang tepat, pelaku usaha kecil mampu bertahan—bahkan berkembang—di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ