Wulan Rasakan Kebangkitan Usaha Bersama BAZNAS
Wulan Rasakan Kebangkitan Usaha Bersama BAZNAS
13/02/2026 | Humas BAZNASDi balik kepulan asap dapur sederhana ayam krispi di Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, berdiri sosok perempuan tangguh bernama Wulan—mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang kini perlahan menapaki kemandirian ekonomi melalui program ZChicken.
Program ZChicken yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bukan sekadar bantuan usaha. Ia adalah jembatan harapan bagi para mustahik untuk bangkit, berdaya, dan keluar dari keterbatasan ekonomi. Bagi Wulan, program ini menjadi titik balik kehidupan keluarganya.
Menguatkan Ekonomi dari Gerai Sederhana
Setiap hari, tepat pukul 14.00 WIB, Wulan mulai membuka gerai ZChicken miliknya. Hingga pukul 21.00 WIB, ia setia melayani pelanggan yang datang silih berganti. Dari usaha tersebut, ia mampu meraih omzet antara Rp300 ribu hingga Rp700 ribu per hari—angka yang sebelumnya sulit ia bayangkan.
Gerai itu mungkin sederhana, tetapi semangat yang menghidupinya begitu besar. Terlebih, Wulan kini tengah mengandung anak pertamanya. Perut yang semakin membesar tidak membuatnya berhenti bergerak. Justru, kehamilan itu menjadi sumber motivasi tambahan untuk terus berjuang demi masa depan keluarga kecilnya.
“Bukan hal mudah menjalankan usaha sambil menghadapi perubahan kondisi tubuh sebagai ibu hamil, tapi saya tetap produktif demi membantu ekonomi keluarga,” ungkap Wulan dengan penuh semangat.
Peran BAZNAS: Dari Mustahik Menuju Kemandirian
Kisah Wulan tidak lepas dari peran strategis BAZNAS dalam memberdayakan mustahik melalui program ekonomi produktif. Melalui ZChicken, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga pendampingan, pelatihan, serta sistem usaha yang terintegrasi.
Program ini dirancang agar mustahik memiliki model bisnis yang jelas, mulai dari standar produk, manajemen operasional, hingga strategi pemasaran. Dengan demikian, para penerima manfaat tidak berjalan sendiri, melainkan didampingi hingga usahanya stabil dan berkembang.
ZChicken menjadi salah satu inovasi pemberdayaan ekonomi BAZNAS yang terbukti mampu menciptakan peluang usaha baru. Konsep kemitraan yang dibangun membuat mustahik memiliki brand yang kuat dan dikenal masyarakat, sehingga lebih mudah menarik konsumen.
Bagi Wulan, dukungan ini sangat berarti. Ia tidak hanya mendapatkan peluang usaha, tetapi juga rasa percaya diri dan keyakinan bahwa dirinya mampu mandiri secara ekonomi.
Perjuangan di Tengah Kehamilan
Menjalankan usaha kuliner bukan pekerjaan ringan. Aktivitas berdiri lama, menggoreng ayam, melayani pembeli, hingga mengelola keuangan membutuhkan stamina dan konsistensi. Namun, Wulan menjalaninya dengan penuh tanggung jawab.
Setiap sore, ia menyiapkan bahan-bahan, memastikan kualitas ayam tetap terjaga, dan menjaga kebersihan gerai. Meski kondisi tubuhnya sering lelah karena kehamilan, ia tetap tersenyum melayani pelanggan.
Semangatnya tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan anak yang tengah dikandungnya. Ia ingin kelak sang buah hati tumbuh dalam keluarga yang lebih mapan dan mandiri.
Di sinilah peran zakat yang dikelola BAZNAS benar-benar terasa. Zakat tidak hanya menjadi bantuan konsumtif sesaat, tetapi berubah menjadi modal produktif yang berkelanjutan. Dari dana umat, lahirlah usaha yang menghidupi keluarga dan membuka peluang keberkahan yang lebih luas.
Inovasi Menu, Menambah Omzet
Tak berhenti pada ayam krispi, Wulan juga berinovasi dengan menambahkan berbagai menu lain seperti nasi goreng, mie goreng, seblak, dan aneka camilan. Strategi ini terbukti efektif meningkatkan omzet harian.
Keberanian berinovasi tersebut juga tumbuh dari pendampingan dan dorongan yang ia peroleh dalam program ZChicken. Ia belajar bahwa dalam usaha, kreativitas dan ketekunan adalah kunci.
Variasi menu membuat gerainya semakin diminati, terutama oleh anak-anak muda dan keluarga sekitar. Dalam satu malam, puluhan porsi bisa terjual. Setiap rupiah yang dihasilkan menjadi bukti nyata bahwa usaha yang dikelola dengan serius akan membuahkan hasil.
Zakat yang Menggerakkan Roda Ekonomi
Kisah Wulan menjadi gambaran nyata bagaimana zakat yang dikelola secara profesional mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat kecil. Melalui program pemberdayaan seperti ZChicken, BAZNAS membuktikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pembangunan sosial dan ekonomi.
Pendekatan yang dilakukan BAZNAS tidak berhenti pada pemberian modal. Ada proses seleksi, pembinaan, monitoring, hingga evaluasi agar usaha mustahik benar-benar berjalan. Dengan sistem yang terstruktur, peluang keberhasilan menjadi lebih besar.
Wulan kini merasakan perubahan signifikan dalam kehidupan keluarganya. Penghasilan yang lebih stabil membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mempersiapkan kelahiran anak pertamanya dengan lebih tenang.
Harapan untuk Masa Depan
Bagi Wulan, ZChicken bukan hanya usaha, melainkan simbol harapan. Ia berharap usahanya terus berkembang dan suatu hari nanti mampu membuka peluang kerja bagi orang lain di sekitarnya.
Perjalanan ini tentu belum selesai. Namun langkah awal menuju kemandirian telah dimulai. Dari gerai kecil di Buluh Kasap, semangat besar terus menyala.
Kisah Wulan menjadi salah satu bukti bahwa ketika zakat dikelola dengan amanah dan profesional oleh BAZNAS, dampaknya bukan hanya terasa sesaat, melainkan mampu mengubah arah kehidupan seseorang.
Di balik setiap potong ayam krispi yang terjual, ada doa, harapan, dan kerja keras. Dan di balik keberhasilan itu, ada peran nyata BAZNAS yang terus menghadirkan program-program pemberdayaan demi mewujudkan mustahik yang berdaya dan mandiri.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us