Takjil yang Menghidupkan Harapan, Kisah UMKM Mojokerto Bersama BAZNAS

Takjil yang Menghidupkan Harapan, Kisah UMKM Mojokerto Bersama BAZNAS

04/03/2026 | Humas BAZNAS

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Pasar Rakyat Ketidur, Kota Mojokerto, berubah menjadi lebih hidup. Aroma gorengan hangat, kue tradisional, dan aneka minuman segar bercampur dengan riuh suara pembeli yang mencari hidangan berbuka. Di antara deretan pedagang yang berjejer rapi, ada kisah-kisah perjuangan yang perlahan berubah menjadi harapan.

Ramadan tahun ini membawa berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM di Mojokerto, khususnya bagi mereka yang menjadi mitra binaan Baznas Microfinance Desa (BMD). Melalui kegiatan Pasar Takjil yang digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil & Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DISKOPUKMPERINDAG) Kota Mojokerto, para pedagang kecil mendapatkan kesempatan untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan di bulan suci.

Kegiatan yang berlangsung pada 26 Februari hingga 4 Maret 2026 ini digelar di Pasar Rakyat Ketidur, Jalan Surodinawan II No. 38, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon. Bukan sekadar tempat berjualan takjil, pasar ini menjadi ruang bertemunya semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di salah satu sudut lapak, Poniken terlihat sibuk melayani pembeli yang silih berganti. Perempuan asal Kelurahan Gedongan itu menjajakan aneka jajanan khas untuk berbuka puasa. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya setiap kali ada pembeli yang datang menghampiri.

Bagi Poniken, keikutsertaannya dalam pasar takjil tahun ini bukan sekadar kesempatan berjualan. Ada peran besar BAZNAS di balik langkahnya yang semakin percaya diri menjalankan usaha.

“Saya sangat senang bisa ikut bazar ini. Informasinya selalu diberikan oleh BAZNAS melalui Baznas Microfinance Desa. Kami juga difasilitasi untuk ikut kegiatan seperti ini,” ungkap Poniken.

Melalui program Baznas Microfinance Desa (BMD), BAZNAS tidak hanya memberikan akses pembiayaan tanpa riba kepada pelaku usaha kecil, tetapi juga aktif membuka peluang pemasaran bagi para mitra binaannya. Pendampingan yang berkelanjutan membuat pelaku UMKM seperti Poniken tidak lagi berjalan sendiri dalam mengembangkan usaha.

Selama mengikuti Pasar Takjil Ramadan, Poniken mampu meraih omzet sekitar Rp350.000 per hari. Ia mulai berjualan sejak pukul 16.30 WIB hingga sekitar pukul 20.30 WIB, waktu yang menjadi puncak keramaian pengunjung.

“Alhamdulillah, dagangan selalu habis. Ramadan memang membawa berkah,” katanya sambil menata kembali jajanan di meja lapaknya.

Bagi banyak pelaku UMKM, Ramadan adalah momentum penting untuk meningkatkan pendapatan. Namun tanpa dukungan yang tepat, peluang tersebut sering kali sulit dimanfaatkan secara maksimal. Di sinilah peran BAZNAS menjadi sangat terasa.

Melalui program pemberdayaan ekonomi seperti BMD, BAZNAS berupaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan modal, tetapi juga memberikan pendampingan usaha, pelatihan, hingga akses pasar.

Pendekatan tersebut membuat pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara berkelanjutan.

Pasar takjil di Mojokerto menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah kota berupaya menata pasar agar lebih rapi dan nyaman, sementara BAZNAS memastikan para mitra binaannya memiliki kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan ekonomi yang produktif.

Hasilnya, tidak hanya pengunjung yang merasa nyaman berbelanja, tetapi juga para pedagang yang merasakan peningkatan pendapatan selama Ramadan.

Suasana pasar setiap sore selalu dipenuhi warga yang berburu takjil. Ada yang membeli kolak, es buah, gorengan, hingga kue tradisional. Aktivitas sederhana ini ternyata memiliki dampak besar bagi roda perekonomian masyarakat kecil.

Bagi para mitra binaan BMD, kehadiran pasar takjil menjadi ruang belajar sekaligus peluang untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan usaha.

Poniken bukan satu-satunya yang merasakan manfaat tersebut. Banyak pelaku UMKM lainnya yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan pasar takjil ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan di masa mendatang.

Menurut para pedagang, bazar Ramadan tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membantu memperkenalkan produk mereka kepada lebih banyak pelanggan.

Di balik setiap transaksi kecil yang terjadi di pasar takjil, ada proses pemberdayaan yang sedang berjalan. BAZNAS melalui Baznas Microfinance Desa terus berupaya memastikan para pelaku UMKM memiliki akses terhadap berbagai peluang ekonomi.

Program ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya hadir sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga mampu menjadi kekuatan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Melalui zakat yang dikelola secara produktif, BAZNAS membantu masyarakat yang sebelumnya berada dalam keterbatasan untuk bangkit dan berkembang.

Ramadan pun menjadi momen yang tepat untuk memperlihatkan bagaimana nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial dapat diterjemahkan menjadi program pemberdayaan yang nyata.

Di tengah hiruk pikuk pasar takjil yang ramai setiap sore, kisah Poniken dan para mitra binaan BMD lainnya menjadi pengingat bahwa usaha kecil dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi jika mendapatkan dukungan yang tepat.

Dan di balik senyum para pedagang yang melayani pembeli menjelang berbuka, ada peran besar BAZNAS yang terus bekerja menghadirkan harapan bagi masyarakat.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Bagi para pelaku UMKM mitra binaan BAZNAS, bulan suci ini juga menjadi momentum untuk menjemput berkah, memperkuat usaha, dan menata masa depan yang lebih baik.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ