Strategi Cerdas Buk Rahyu di Bulan Ramadhan, Omzet ZChicken Melesat Berkat Dukungan BAZNAS
Strategi Cerdas Buk Rahyu di Bulan Ramadhan, Omzet ZChicken Melesat Berkat Dukungan BAZNAS
10/03/2026 | Humas BAZNAS RIRamadhan selalu membawa cerita tentang harapan, kerja keras, dan keberkahan rezeki. Bagi sebagian orang, bulan suci ini menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah. Namun bagi pelaku usaha kecil, Ramadhan juga menghadirkan peluang besar untuk meningkatkan penghasilan. Hal inilah yang dirasakan oleh Buk Rahyu (35), seorang pelaku UMKM binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Kota Dumai.
Di sebuah sudut Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, berdiri outlet ZChicken milik Buk Rahyu yang setiap sore mulai ramai dikunjungi pembeli. Aroma ayam krispi yang gurih bercampur dengan kesibukan menyiapkan pesanan menjadi pemandangan khas menjelang waktu berbuka puasa.
Di balik kesibukan itu, ada kisah tentang keberanian berinovasi dan peran penting pendampingan BAZNAS yang membantu Buk Rahyu mengembangkan usahanya.
Ramadhan Jadi Momentum Mengembangkan Usaha
Saat Ramadhan tiba, Buk Rahyu tidak hanya berjualan seperti hari biasa. Ia justru melihat bulan suci ini sebagai kesempatan untuk melakukan strategi baru agar usahanya semakin berkembang.
Dengan penuh semangat, ia memutuskan untuk menambah satu menu baru di outlet ZChicken miliknya: pecal giling.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Buk Rahyu, menu tambahan ini bisa menjadi alternatif pilihan bagi para pelanggan yang ingin menikmati makanan ringan selain ayam krispi saat berbuka puasa.
“Penambahan pecal giling ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah persaingan dengan penjual musiman,” ujar Buk Rahyu dengan senyum optimistis.
Langkah sederhana itu ternyata membawa dampak yang cukup signifikan. Pelanggan yang datang tidak hanya membeli ayam krispi, tetapi juga tertarik mencoba pecal giling yang disajikan dengan bumbu khas yang gurih dan pedas.
Penjualan Stabil, Omzet Meningkat
Strategi yang dilakukan Buk Rahyu terbukti berhasil. Setiap hari selama Ramadhan, penjualan ayam krispi di outlet ZChicken miliknya tetap stabil, berkisar antara 40 hingga 50 potong ayam.
Tidak hanya itu, menu pecal giling yang baru diperkenalkan justru langsung menjadi favorit pelanggan. Dalam sehari, Buk Rahyu bisa menjual sekitar 15 hingga 20 porsi pecal giling dengan harga Rp13.000 per porsi.
Dari kombinasi kedua menu tersebut, omzet harian yang diperoleh Buk Rahyu pun meningkat cukup signifikan.
“Total omzet saya bisa mencapai sekitar Rp700.000 sampai Rp1.000.000 setiap hari,” ungkapnya dengan rasa syukur.
Bagi pelaku usaha mikro seperti Buk Rahyu, pencapaian ini tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, peningkatan pendapatan juga menjadi bukti bahwa kerja keras dan keberanian mencoba hal baru bisa membawa hasil yang baik.
Peran Pendampingan BAZNAS
Di balik perkembangan usaha Buk Rahyu, ada peran penting dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi.
Melalui program pendampingan usaha, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga membekali para mustahik dengan bimbingan dan motivasi agar usaha yang dijalankan bisa berkembang secara berkelanjutan.
Pendamping BAZNAS secara rutin melakukan monitoring dan memberikan arahan kepada para mitra usaha, termasuk Buk Rahyu. Pendampingan ini menjadi ruang diskusi bagi para pelaku usaha untuk mencari strategi terbaik dalam meningkatkan penjualan.
Dengan adanya dukungan tersebut, para mustahik tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga didorong untuk mandiri dan berkembang menjadi pelaku usaha yang tangguh.
Semangat Berjualan di Bulan Penuh Berkah
Setiap sore, sekitar pukul 15.00 WIB, Buk Rahyu sudah mulai menyiapkan dagangannya. Bersama satu orang anggota tim yang membantunya, ia melayani pelanggan yang datang silih berganti hingga pukul 22.00 WIB.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana outletnya semakin ramai. Banyak pembeli yang singgah untuk membeli ayam krispi atau pecal giling sebagai menu berbuka.
Meski lelah setelah seharian beraktivitas, Buk Rahyu tetap melayani pelanggan dengan ramah. Baginya, setiap pembeli yang datang adalah berkah yang patut disyukuri.
“Alhamdulillah, Ramadhan ini penjualan cukup bagus. Semoga usaha saya bisa terus berkembang,” ujarnya.
Harapan untuk Masa Depan
Kisah Buk Rahyu menjadi contoh nyata bahwa dengan semangat, kreativitas, dan dukungan yang tepat, pelaku usaha kecil dapat terus bertumbuh.
Melalui program pemberdayaan yang dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), banyak mustahik yang kini mampu meningkatkan taraf hidupnya melalui usaha produktif.
Bagi Buk Rahyu, ZChicken bukan sekadar tempat berjualan. Usaha kecil ini adalah harapan bagi masa depan keluarganya.
Ia berharap usahanya dapat terus berkembang, bahkan suatu hari nanti mampu membuka peluang kerja bagi lebih banyak orang di sekitarnya.
Di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan ini, kisah Buk Rahyu menjadi pengingat bahwa di balik setiap hidangan yang tersaji di meja berbuka, ada perjuangan, doa, dan semangat untuk terus bangkit menuju kehidupan yang lebih baik.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us