Dari Ruang Madin ke Warung yang Kian Ramai, Kisah Miarti Bersama ZMart

Senyum Miarti, Kunci Sukses Warung ZMart yang Kini Makin Berkembang

03/06/2026 | Humas BAZNAS RI

Miarti menjalani dua peran penting dalam kehidupannya. Di pagi hingga sore hari, ia mengabdikan diri sebagai guru madrasah diniyah, mendampingi anak-anak belajar ilmu agama. Di waktu yang lain, ia melayani pelanggan di warung kelontong sederhana yang menjadi sumber penghidupan keluarga di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Keramahan menjadi ciri khas yang melekat pada dirinya. Tak heran jika banyak santri, wali murid, dan warga sekitar merasa dekat dengannya. Warung milik Miarti pun bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga ruang kecil tempat masyarakat saling menyapa dan berbagi cerita.

Namun, di balik senyumnya yang selalu mengembang, Miarti pernah menghadapi tantangan dalam mengembangkan usaha. Sebelum menjadi bagian dari program ZMart yang diinisiasi BAZNAS, omzet warungnya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari. Pendapatan tersebut masih terbatas untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memperluas usaha yang dijalankannya.

Kesempatan untuk berkembang datang ketika Miarti menerima bantuan dan pendampingan dari program ZMart. Melalui proses branding warung, penataan toko yang lebih rapi dan menarik, serta pendampingan usaha yang berkelanjutan, perlahan wajah warungnya berubah menjadi lebih nyaman dan profesional.

Perubahan itu ternyata membawa dampak yang nyata. Semakin banyak pelanggan yang datang berbelanja, sementara kepercayaan masyarakat terhadap warungnya terus tumbuh dari waktu ke waktu.

"Syukur adalah ketika setiap bantuan yang diterima tidak hanya mengubah keadaan, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk terus berusaha dan memberi manfaat bagi sesama."

Hasilnya pun mulai terlihat. Omzet harian yang sebelumnya berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp150 ribu kini meningkat menjadi Rp300 ribu hingga Rp350 ribu per hari. Bahkan pada momen-momen tertentu, omzet warung dapat mencapai Rp500 ribu dalam sehari.

Peningkatan tersebut tidak terjadi begitu saja. Selain penataan warung yang lebih baik, pelayanan yang ramah dan penuh ketulusan menjadi kekuatan utama yang membuat pelanggan merasa nyaman. Miarti selalu menyambut setiap pembeli dengan senyum hangat, menciptakan pengalaman berbelanja yang sederhana namun berkesan.

Jika dihitung secara persentase, omzet warung Miarti mengalami peningkatan sekitar 133 hingga 200 persen dibandingkan sebelum menerima manfaat program. Capaian ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan usaha mikro yang dibarengi pendampingan yang tepat mampu mendorong perubahan ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.

Bagi Miarti, keberhasilan ini bukan semata tentang bertambahnya angka penjualan. Lebih dari itu, ia melihat perkembangan usahanya sebagai amanah yang harus dijaga dan terus ditumbuhkan. Dengan rasa syukur, ia berharap warungnya dapat semakin maju, memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Kisah Miarti menunjukkan bahwa usaha kecil yang dijalankan dengan ketekunan, pelayanan yang tulus, dan dukungan yang tepat dapat tumbuh menjadi sumber harapan. Dari ruang madrasah hingga rak-rak warung yang kini semakin ramai, Miarti membuktikan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah sederhana yang dijalani dengan penuh kesungguhan.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ