Saat Inovasi Bertemu Kesabaran: Kisah Ibu Mirawati Membawa ZChicken Semakin Diminati

Saat Inovasi Bertemu Kesabaran: Kisah Ibu Mirawati Membawa ZChicken Semakin Diminati

27/08/2025 | Humas BAZNAS

Di sebuah sudut Bontowa, Kelurahan Labakkang, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, aroma ayam goreng hangat kerap menyapa siapa saja yang melintas. Dari sebuah kedai sederhana, Mirawati—seorang ibu tangguh sekaligus mustahik binaan BAZNAS—menyajikan semangat hidup yang tersaji dalam setiap potong ayam ZChicken miliknya.

Dari Kesederhanaan Menuju Ketekunan

Setiap hari, Mirawati membuka kedainya sejak pukul 07.00 pagi hingga 20.00 malam. Rutinitas panjang itu bukanlah beban, melainkan jalan perjuangan yang ia jalani dengan penuh keikhlasan. Kini, berkat ketekunannya, ia mampu menjual rata-rata 20–30 potong ayam per hari.

“Alhamdulillah, sekarang semakin banyak orang yang mengenal ZChicken di sini,” ucapnya sambil tersenyum, menandakan rasa syukur atas capaian yang terus berkembang.

Inovasi yang Membawa Perubahan

Tak sekadar mengandalkan menu ayam goreng biasa, Mirawati menghadirkan inovasi baru: ayam celup dengan tiga varian rasa—keju, barbeque, dan saus lava. Ide sederhana itu terbukti jitu. Pelanggan menyambut dengan antusias, bahkan ada yang sempat berkomentar,
“Kenapa baru sekarang Ibu membuat menu ayam celup ini? Kenapa tidak dari dulu-dulu saja?”

Komentar itu menjadi bukti bahwa usaha kuliner kecilnya kini semakin diminati.

Strategi Jitu di Tengah Persawahan

Lokasi usahanya yang berada di dekat area persawahan juga memberi peluang tersendiri. Saat musim panen, para petani sering mampir untuk melepas penat sekaligus mengisi perut. Melihat kebutuhan itu, Mirawati pun menjual minuman sebagai pelengkap. Strategi sederhana ini efektif—banyak pelanggan akhirnya membeli ayam sekaligus minuman darinya.

Peran BAZNAS: Menguatkan Langkah, Menyebarkan Manfaat

Di balik perjalanan Mirawati, ada peran besar BAZNAS yang senantiasa hadir mendampingi. Melalui program ZChicken, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal dan pelatihan, tetapi juga menanamkan semangat kemandirian. Mirawati adalah salah satu bukti nyata bahwa zakat mampu mengubah kehidupan, dari sekadar bertahan hidup menjadi peluang untuk berkembang.

Bahkan, meski masih merintis, Mirawati tak lupa menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk berinfak melalui BAZNAS. “Saya ingin juga berbagi, supaya bisa membantu orang lain yang membutuhkan,” tuturnya lirih.

Zakat yang Menggerakkan Ekonomi Umat

Kisah Mirawati mencerminkan betapa zakat bukan hanya tentang berbagi, melainkan juga tentang pemberdayaan. Dari satu kedai kecil di Labakkang, manfaat zakat berputar: menghidupi keluarga, memberi pelayanan kepada masyarakat sekitar, hingga kembali menolong mereka yang lebih membutuhkan melalui infaq.

BAZNAS, melalui program-program produktifnya, terus membuktikan bahwa zakat bisa menjadi motor penggerak ekonomi umat, sekaligus sarana mewujudkan keberkahan bersama.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2025 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ