Ramadhan Menguatkan Semangat Seorang Guru Bersama ZChicken
Ramadhan Menguatkan Semangat Seorang Guru Bersama ZChicken
24/02/2026 | Humas BAZNASDi tengah teriknya sore Ramadhan, ketika rasa lapar dan dahaga menguji kesabaran, senyum tulus tetap menghiasi wajah Nani. Di balik gerobak sederhana tempat ia berjualan, tersimpan kisah keteguhan hati, kerja keras, dan harapan baru. Hari-hari awal berjualan di bulan suci bukan perjalanan yang mudah, tetapi ia percaya setiap usaha yang dilakukan dengan niat baik akan berbuah keberkahan.
Sejak pukul 14.30 hingga menjelang waktu berbuka, Nani melayani warga yang mencari hidangan takjil. Pada hari ketiga Ramadhan, ia mampu menjual sekitar 10–15 potong ayam crispy setiap hari. Jumlah yang tampak sederhana itu menyimpan makna besar: tambahan penghasilan untuk keluarga dan keyakinan bahwa usaha kecil dapat membawa perubahan.
Selain menu utama ayam crispy, Nani juga menyediakan jamur enoki crispy, ceker crispy, serta aneka minuman segar untuk berbuka puasa. Variasi menu tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar yang menginginkan hidangan praktis dan lezat.
Namun, Nani bukan sekadar pelaku usaha kuliner. Ia adalah seorang guru di Madrasah Ibtidaiyah. Setiap pagi hingga siang hari, ia mengabdikan diri mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran, mengajarkan huruf demi huruf, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan. Mengajar baginya bukan sekadar profesi, melainkan ladang amal dan tanggung jawab moral.
Ketika bel sekolah usai, perjuangan belum berhenti. Dari ruang kelas, ia beralih ke gerobak dagangan. Di bulan Ramadhan, ia tetap berdiri melayani pembeli sambil menahan lapar dan dahaga. Keletihan tak menghapus keramahan yang ia berikan kepada setiap pelanggan.
Kesempatan berjualan ayam crispy ZChicken hadir melalui program pemberdayaan ekonomi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Program ini dirancang untuk membantu mustahik memperoleh penghasilan berkelanjutan melalui usaha kuliner yang mudah dijalankan dan memiliki pasar luas. Bagi Nani, program ZChicken bukan sekadar bantuan usaha, melainkan jembatan harapan menuju kemandirian ekonomi.
Melalui dukungan BAZNAS, ia memperoleh sarana usaha dan pendampingan untuk mengembangkan keterampilan wirausaha. Dukungan tersebut memberi ruang bagi penerima manfaat untuk bangkit, memperkuat ekonomi keluarga, dan meningkatkan kesejahteraan secara bertahap.
Nani merasakan langsung dampak dari program tersebut. Usaha kecil yang dijalankannya membuka peluang baru untuk membantu kebutuhan keluarga dan memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangga.
“Saya bersyukur mendapatkan kesempatan ini. Meski lelah setelah mengajar, saya tetap semangat berjualan. Setiap potong ayam yang terjual memberi harapan baru bagi keluarga dan membuat saya semakin yakin bahwa usaha yang dijalani dengan ikhlas akan membawa berkah.”
Kisah Nani mencerminkan bagaimana zakat yang dikelola secara produktif mampu menghadirkan perubahan nyata. Dana zakat tidak hanya disalurkan sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga diolah menjadi program pemberdayaan yang mendorong kemandirian dan martabat penerima manfaat.
Bagi Nani, setiap ayam yang terjual bukan sekadar angka. Di balik 10–15 potong per hari, ada doa yang dipanjatkan, rasa syukur yang mendalam, dan tekad untuk terus bertahan serta berkembang. Ia ingin memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi dan masa depan yang lebih baik dapat diraih.
Ramadhan menjadi saksi perjalanan ini. Bulan suci tidak hanya menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk, tetapi juga menguatkan semangat berbagi, bekerja keras, dan memperbaiki kehidupan. Dalam keheningan sore menjelang maghrib, Nani menunjukkan bahwa perjuangan tidak mengenal lelah ketika dijalani dengan keikhlasan.
Dari ruang kelas ke gerobak dagangan, semangatnya tetap sama: memberi yang terbaik. Ia mendidik dengan ilmu di pagi hari dan memberi teladan keteguhan di sore hari. Sosoknya mengajarkan bahwa seorang guru tidak hanya membentuk masa depan melalui kata-kata, tetapi juga melalui contoh nyata tentang kerja keras, kesabaran, dan keteguhan hati.
Kisah inspiratif ini menjadi gambaran nyata peran BAZNAS dalam menghadirkan harapan bagi masyarakat. Program pemberdayaan seperti ZChicken membuktikan bahwa zakat mampu menjadi kekuatan sosial yang mengubah kehidupan. Dari bantuan tumbuh kemandirian, dari kepedulian lahir keberdayaan.
Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, langkah kecil Nani menjadi pengingat bahwa harapan selalu ada bagi mereka yang berusaha. Dengan iman, kerja keras, dan dukungan yang tepat, setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit dan melangkah menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us