Peternak Binaan BAZNAS Raih Jutaan Rupiah dari Penjualan Cempe
Peternak Binaan BAZNAS Raih Jutaan Rupiah dari Penjualan Cempe
13/01/2026 | Humas BAZNASDi balik sejuknya udara pedesaan Kulon Progo, tersimpan kisah sukses para peternak yang kini mulai menikmati hasil dari kerja keras dan pendampingan berkelanjutan Balai Ternak BAZNAS. Melalui fokus pada sektor pembiakan atau breeding, para peternak berhasil meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.
Salah satunya adalah Bapak Supardal, Ketua Kelompok Ternak Berkah Harjo, yang pada Senin (12/01/2026) tampak sibuk merawat cempe-cempe miliknya di kandang Balai Ternak BAZNAS Kulon Progo. Dengan penuh ketelatenan, ia memastikan setiap anakan domba mendapatkan perawatan terbaik menjelang masa sapih.
Saat ini, Supardal mengelola 12 ekor domba yang terdiri dari lima ekor indukan dan tujuh ekor cempe. Dari jumlah tersebut, lima ekor cempe telah berusia empat bulan—usia ideal untuk disapih dan siap dipasarkan.
“Alhamdulillah, dalam setahun terakhir saya sudah menjual lima ekor cempe betina. Setiap ekor laku Rp700 ribu. Dari penjualan anakan saja, ada tambahan pendapatan sekitar Rp3,5 juta dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Supardal dengan wajah sumringah.
Keberhasilan Supardal bukanlah cerita tunggal. Di bawah pendampingan Balai Ternak BAZNAS, seluruh anggota Kelompok Berkah Harjo kini menunjukkan perkembangan signifikan. Total populasi anakan domba di kelompok ini telah mencapai 45 ekor, terdiri dari 25 cempe betina dan 20 cempe jantan.
Angka tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program breeding yang dijalankan BAZNAS. Para peternak kini semakin terampil dalam mengelola pembibitan, menjaga kesehatan ternak, serta mengatur pakan berkualitas agar produktivitas terus meningkat.
Program breeding dipilih sebagai fokus utama karena dinilai memiliki risiko yang lebih terukur dan mampu memberikan perputaran modal yang stabil bagi peternak kecil. Selain itu, penjualan cempe juga menjadi sumber pendapatan rutin yang membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga.
Melalui Balai Ternak BAZNAS, para peternak tidak hanya mendapatkan bantuan ternak, tetapi juga pendampingan intensif, pelatihan manajemen kandang, hingga penguatan kelembagaan kelompok. Pendekatan ini membuat peternak lebih mandiri dan percaya diri dalam mengembangkan usahanya.
“Kami sangat terbantu dengan pendampingan dari BAZNAS. Sekarang kami lebih paham cara merawat indukan, mengatur pakan, dan menjaga kesehatan cempe agar tumbuh optimal,” ujar Supardal.
Ke depan, BAZNAS terus mendorong para peternak untuk konsisten menjaga kualitas ternak dan meningkatkan angka kelahiran cempe. Dengan populasi yang terus bertambah dan kualitas yang semakin baik, Balai Ternak BAZNAS Kulon Progo diharapkan menjadi pusat pemberdayaan peternak yang mampu mencetak lebih banyak kisah sukses seperti Supardal.
Dari kandang sederhana di pelosok Kulon Progo, BAZNAS membuktikan bahwa zakat bukan sekadar bantuan, tetapi jalan menuju kemandirian ekonomi umat. Melalui program peternakan berkelanjutan, BAZNAS hadir menumbuhkan harapan, menguatkan usaha, dan mengangkat kesejahteraan peternak Indonesia.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us