Perjuangan Iyant Menjemput Harapan Bersama ZChicken BAZNAS

Perjuangan Iyant Menjemput Harapan Bersama ZChicken BAZNAS

07/05/2026 | Humas BAZNAS RI

Riuh tepuk tangan dan semangat para pesilat muda memenuhi kawasan Area Kantor Bupati Maros selama Turnamen Pencak Silat se-Kabupaten Maros berlangsung. Di tengah hiruk-pikuk pertandingan, aroma ayam krispi yang gurih dari sebuah gerobak sederhana ikut menarik perhatian pengunjung. Di balik gerobak itu, berdiri sosok Iyant — seorang guru honorer sekaligus pelatih silat yang kini mulai menapaki jalan baru sebagai wirausahawan.

Bagi Iyant, turnamen pencak silat bukan hanya ajang membina prestasi anak-anak didiknya. Event itu juga menjadi kesempatan untuk memperjuangkan masa depan keluarga melalui usaha ZChicken yang ia jalankan dengan penuh semangat.

Setiap harinya, Iyant harus membagi waktu antara mengajar, melatih silat, dan melayani pembeli. Namun kelelahan seolah tak menjadi penghalang. Dengan senyum ramah, ia melayani satu per satu pelanggan yang datang membeli ayam krispi dagangannya.

“Yang penting tetap semangat. Saya ingin membantu keluarga sekaligus terus mengabdi sebagai guru,” ungkapnya.

Perjalanan usaha Iyant tidak lepas dari peran BAZNAS RI yang memberikan bantuan gerobak lipat ZChicken sebagai sarana usaha produktif bagi mustahik. Gerobak tersebut memang dirancang agar mudah digunakan dalam berbagai kegiatan dan event masyarakat.

Dengan izin dari pendamping program, Iyant memanfaatkan gerobak bantuan itu selama turnamen berlangsung. Kesempatan tersebut menjadi titik penting bagi perkembangan usahanya. Selama tiga hari pelaksanaan acara, ia mampu menjual hingga 80 potong ayam ZChicken per hari — capaian yang memberinya harapan baru untuk terus berkembang.

Program pemberdayaan dari BAZNAS RI tidak hanya menghadirkan bantuan fisik berupa gerobak usaha, tetapi juga membuka jalan bagi para penerima manfaat untuk bangkit secara ekonomi. Kehadiran program seperti ZChicken menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat dikelola secara produktif dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Bagi Iyant, bantuan itu bukan sekadar fasilitas usaha. Gerobak ZChicken menjadi simbol kesempatan kedua — ruang untuk tumbuh, belajar mandiri, dan memperbaiki taraf hidup keluarga.

Di balik keberhasilannya, ada dukungan besar dari keluarga yang selalu menguatkan langkahnya. Sang istri dan anak-anak menjadi sumber energi utama yang membuatnya tetap bertahan menjalani hari-hari penuh perjuangan. Dari keluarganya pula, Iyant belajar bahwa keberhasilan bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga tentang ketekunan dan harapan yang terus dijaga.

Kini, Iyant memiliki mimpi yang lebih besar. Ia ingin menambah variasi menu, meningkatkan kualitas pelayanan, hingga memperluas jangkauan outlet ZChicken miliknya agar semakin dikenal masyarakat.

Ia pun menyampaikan rasa syukur dan harapannya kepada BAZNAS RI.

“Semoga BAZNAS RI terus konsisten membantu para mustahik yang benar-benar membutuhkan. Karena bantuan seperti ini sangat berarti dan bisa mengubah kehidupan banyak orang,” tuturnya.

Kisah Iyant menjadi gambaran bahwa perubahan besar sering kali lahir dari langkah-langkah sederhana. Dari seorang guru honorer dengan keterbatasan, kini ia mulai membangun masa depan sebagai pelaku usaha yang tangguh dan mandiri.

Di tangan orang-orang yang mau berjuang, bantuan yang tepat dapat menjadi jalan menuju kemandirian. Dan melalui program pemberdayaan ekonomi seperti ZChicken, BAZNAS RI terus menghadirkan harapan — bahwa zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang mengangkat dan memberdayakan.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ