Perjalanan Desi, Mustahik BAZNAS yang Sukses Mengembangkan Salon di Kampung Halaman
Perjalanan Desi, Mustahik BAZNAS yang Sukses Mengembangkan Salon di Kampung Halaman
11/03/2026 | Humas BAZNAS RIRamadan selalu membawa cerita tentang harapan dan keberkahan. Bagi sebagian orang, bulan suci ini menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah. Namun bagi sebagian lainnya, Ramadan juga menjadi momentum bangkitnya rezeki dan kesempatan memperbaiki kehidupan. Kisah itu pula yang kini dirasakan oleh Desi Wahyu Lestari (28), seorang mustahik binaan BAZNAS yang berhasil mengembangkan usaha salon miliknya hingga semakin ramai menjelang Hari Raya Idulfitri.
Di sebuah sudut Desa Karangtowo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, berdiri sebuah salon sederhana bernama DESY Salon Beauty. Lokasinya tidak berada di pusat kota atau kawasan ramai perdagangan, melainkan tepat di depan rumah Desi sendiri. Sebuah ruangan di samping teras rumah dimanfaatkan menjadi tempat usaha yang kini menjadi sumber penghidupan bagi dirinya dan keluarga.
Meski tampak sederhana, salon tersebut menyimpan cerita perjuangan panjang seorang perempuan muda yang tidak menyerah pada keadaan.
Berani Memulai dari Rumah
Perjalanan usaha Desi tidak dimulai secara instan. Sebelum membuka salon sendiri, ia pernah bekerja dan mengikuti berbagai pelatihan di bidang kecantikan. Pengalaman itulah yang kemudian menumbuhkan keyakinan dalam dirinya untuk mencoba membuka usaha secara mandiri.
Dengan peralatan yang terbatas dan modal seadanya, Desi memberanikan diri membuka salon kecil di rumahnya lebih dari lima tahun lalu. Keputusan tersebut tidak mudah. Selain harus bersaing dengan salon yang lebih besar di kota, ia juga harus meyakinkan warga sekitar bahwa salon di kampung pun bisa memberikan pelayanan yang baik.
Namun Desi percaya, usaha yang dijalankan dengan kesungguhan pasti akan menemukan jalannya.
Hari demi hari ia melayani pelanggan dengan sabar, mulai dari potong rambut, perawatan wajah, hingga berbagai layanan kecantikan lainnya. Perlahan, kabar tentang salon kecilnya mulai menyebar dari mulut ke mulut.
Kini, Desi bahkan sudah mampu mempekerjakan satu orang karyawan untuk membantu melayani pelanggan.
Ramadan Membawa Berkah Berlipat
Bulan Ramadan menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh Desi. Jika pada hari biasa pendapatan salon berkisar sekitar Rp100 ribu per hari, suasana berubah drastis ketika Ramadan tiba.
Permintaan jasa salon meningkat tajam, terutama menjelang Idulfitri. Banyak pelanggan datang untuk mempercantik diri agar tampil lebih percaya diri saat bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat.
“Biasanya pemasukan sekitar Rp100 ribu sehari. Saat Ramadan bisa naik hingga Rp400 ribu. Puncaknya tiga hari sebelum Lebaran, pelanggan datang dari pagi sampai malam dengan omzet di atas Rp1 juta,” tutur Desi.
Layanan yang paling banyak diminati pelanggan antara lain smoothing rambut, pewarnaan rambut, serta perawatan art nail. Banyak pelanggan, terutama perempuan muda, ingin tampil lebih istimewa saat merayakan hari kemenangan.
Desi memahami betul bahwa Lebaran bukan hanya tentang pakaian baru, tetapi juga tentang rasa percaya diri dan kebahagiaan ketika bertemu keluarga.
“Ramainya salon juga didorong karena pelanggan ingin tampil istimewa di hari istimewa,” ujarnya sambil tersenyum.
Perjuangan yang Tidak Pernah Padam
Di balik kesuksesan yang mulai terlihat, perjuangan Desi tentu tidak selalu berjalan mulus. Mengelola usaha kecil di kampung memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan modal hingga peralatan yang sering mengalami kerusakan.
Namun Desi memilih untuk tidak menyerah. Ia tetap membuka salon setiap hari dan terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia juga aktif mengikuti berbagai pelatihan untuk menambah keterampilan dan mengikuti tren dunia kecantikan yang terus berkembang.
Baginya, inovasi adalah kunci agar usaha tetap bertahan dan pelanggan terus datang.
Semangat inilah yang kemudian menarik perhatian BAZNAS melalui program pemberdayaan ekonomi.
Peran BAZNAS dalam Menguatkan Usaha Mustahik
Melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD), Desi mendapatkan dukungan pembiayaan yang sangat berarti bagi perkembangan usahanya.
Bantuan tersebut digunakan untuk menambah persediaan bahan-bahan salon seperti krim perawatan, cat rambut, hingga perlengkapan nail art. Selain itu, Desi juga dapat mengganti beberapa peralatan yang sudah rusak sehingga pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih maksimal.
Bagi Desi, bantuan dari BAZNAS bukan sekadar modal usaha, tetapi juga menjadi penyemangat bahwa perjuangannya tidak berjalan sendirian.
Dukungan ini membuktikan bahwa zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Melalui program pemberdayaan seperti BMD, BAZNAS mendorong para mustahik agar mampu mandiri secara ekonomi dan bahkan berpotensi menjadi muzakki di masa depan.
Dari Mustahik Menuju Kemandirian
Kisah Desi menunjukkan bahwa kesempatan yang diberikan melalui program pemberdayaan dapat membuka jalan bagi perubahan hidup yang lebih baik.
Usaha salon yang dulu hanya dimulai dari ruangan kecil di samping teras rumah kini semakin dikenal masyarakat sekitar. Jumlah pelanggan terus bertambah, terutama pada momen-momen spesial seperti Ramadan dan menjelang Lebaran.
Lebih dari sekadar keuntungan finansial, usaha ini juga memberikan rasa percaya diri bagi Desi bahwa perempuan dari desa pun mampu berkembang dan mandiri.
Ia berharap suatu hari nanti usahanya bisa semakin besar, bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang di sekitarnya.
Ramadan, Momentum Berbagi dan Memberdayakan
Cerita Desi menjadi gambaran nyata bagaimana zakat yang dikelola dengan baik mampu memberikan dampak yang luas bagi kehidupan masyarakat.
Melalui program pemberdayaan ekonomi, BAZNAS tidak hanya membantu mustahik bertahan, tetapi juga mendorong mereka untuk berkembang dan meningkatkan taraf hidup.
Ramadan pun menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat semangat berbagi. Dari tangan para muzakki yang menunaikan zakat, lahirlah harapan baru bagi banyak keluarga seperti Desi.
Di sebuah desa di Demak, salon kecil milik Desi terus ramai didatangi pelanggan. Di balik cermin, gunting rambut, dan aroma produk kecantikan, tersimpan kisah tentang ketekunan, harapan, dan peran zakat yang mengubah kehidupan.
Bagi Desi, Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan penuh berkah yang menguatkan langkahnya menuju masa depan yang lebih baik.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us