Panen Raya Berteknologi, Harapan Baru Tumbuh dari Sawah Kelompok Tani Paraita

Panen Raya Berteknologi, Harapan Baru Tumbuh dari Sawah Kelompok Tani Paraita

06/07/2026 | Humas BAZNAS RI

Hamparan sawah seluas 4,5 hektare di Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, dipenuhi senyum dan rasa syukur pada Jumat (3/7/2026). Musim panen kali ini menjadi momen istimewa bagi Kelompok Tani Paraita. Bukan hanya karena hasil panen yang melimpah, tetapi juga karena mereka merasakan langsung manfaat penerapan teknologi pertanian modern yang didukung melalui program pemberdayaan BAZNAS.

Deru mesin combine harvester menggantikan suara sabit yang selama bertahun-tahun menjadi andalan para petani. Dalam waktu singkat, padi dipanen, dirontokkan, dan siap diangkut. Proses yang dahulu membutuhkan banyak tenaga kerja dan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan hanya dalam satu hari.

Hasan mengaku perubahan tersebut membawa dampak besar bagi para petani.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Dulu panen membutuhkan waktu lama dan tenaga yang banyak. Sekarang dengan alat modern serta pendampingan BAZNAS, pekerjaan menjadi jauh lebih cepat, ringan, dan hasilnya juga lebih baik. Kami semakin optimistis menjalani musim tanam berikutnya," ungkapnya.

Keberhasilan panen kali ini bukan semata karena penggunaan teknologi, tetapi juga hasil dari proses pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Para petani mendapatkan bimbingan mulai dari teknik budidaya, pengendalian hama, hingga dukungan sarana produksi pertanian.

Nurdin merasakan perubahan tersebut secara nyata di lahannya.

"Kami bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Pendampingan BAZNAS membuat kami memahami cara bertani yang lebih baik. Tanaman tumbuh lebih sehat, bulir padi lebih berkualitas, dan hasil panen meningkat. Semoga keberkahan ini terus kami rasakan dan bisa memberi manfaat bagi keluarga serta masyarakat," tuturnya.

Peningkatan hasil panen menjadi bukti nyata keberhasilan program tersebut. Jika sebelumnya produktivitas rata-rata hanya sekitar 5 ton per hektare, kini mampu menembus lebih dari 6 ton per hektare. Selain meningkatkan hasil produksi, penggunaan combine harvester juga mampu mengurangi kehilangan gabah yang biasanya terjadi saat proses panen secara manual.

Menurut Syarifuddin, teknologi menjadi salah satu kunci yang membuat kerja petani semakin efektif sekaligus menjaga kualitas hasil panen.

"Panen sekarang jauh lebih efisien. Kehilangan hasil bisa ditekan, pekerjaan lebih ringan, dan kami bisa lebih fokus mempersiapkan musim tanam berikutnya," katanya.

Keberhasilan Kelompok Tani Paraita menjadi gambaran bagaimana dana zakat yang dikelola secara produktif mampu menghadirkan perubahan nyata. Melalui program pemberdayaan pertanian, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kemandirian petani melalui pendampingan, inovasi, dan penerapan teknologi.

Sebagian hasil panen akan disalurkan sesuai skema program pemberdayaan, sementara sisanya menjadi sumber pendapatan bagi para petani untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus modal menghadapi musim tanam berikutnya.

Dengan semangat gotong royong, teknologi, dan pendampingan yang berkelanjutan, Kelompok Tani Paraita kini menatap masa depan dengan lebih optimistis. Dari hamparan sawah di Mapilli Barat, tumbuh harapan bahwa pertanian yang modern dan produktif mampu menjadi jalan menuju kesejahteraan petani sekaligus menghadirkan keberkahan bagi masyarakat.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ