Omzet Warung Suryati Terus Meningkat Bersama BAZNAS
Omzet Warung Suryati Terus Meningkat Bersama BAZNAS
13/04/2026 | Humas BAZNAS RIPerubahan kecil mampu menghadirkan harapan besar bagi seorang perempuan yang tak pernah menyerah pada keadaan. Kisah itu datang dari Ibu Suryati (43), warga Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, yang perlahan bangkit dari keterbatasan hidup melalui usaha warung sembako sederhana miliknya.
Sebagai seorang janda sekaligus tulang punggung keluarga, Suryati memikul tanggung jawab yang tidak ringan. Ia membiayai kehidupan tiga anggota keluarga: dua anaknya—satu sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan satu lagi masih duduk di bangku kelas 2 SMP—serta seorang orang tua yang turut bergantung padanya. Dari warung kecil di depan rumah, ia berjuang menjaga roda kehidupan tetap berputar.
Sebelum adanya pendampingan, warungnya hanya menghasilkan omzet sekitar Rp300 ribu per hari. Angka yang cukup untuk bertahan, namun sering kali terasa sempit untuk mengejar kebutuhan yang terus bertambah. Hingga kemudian, datang kesempatan melalui program pemberdayaan usaha mikro dari BAZNAS, yang dikenal dengan program Zmart.
Melalui program tersebut, warung Suryati mendapat sentuhan perubahan: bantuan modal usaha, pengecatan ulang, penambahan rak, penataan barang, hingga pemasangan branding agar tampak lebih rapi dan menarik. Perubahan sederhana itu ternyata membawa dampak yang tidak sederhana.
Warung yang dulu tampak biasa kini berubah menjadi lebih tertata, bersih, dan mudah dijangkau pembeli. Setelah perbaikan dilakukan, omzet harian Suryati meningkat menjadi sekitar Rp500 ribu per hari. Kenaikan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang bertambahnya kepercayaan diri seorang ibu yang kembali melihat masa depan dengan lebih terang.
Tidak berhenti pada sembako, Suryati juga mengembangkan usaha tambahan dengan menjual nasi rames di pagi hari serta sayuran segar di samping warungnya. Kombinasi ini membuat pelanggan memiliki lebih banyak alasan untuk singgah—cukup datang ke satu tempat untuk memenuhi berbagai kebutuhan harian.
Perubahan wajah warung yang lebih representatif turut menghidupkan suasana sekitar. Warga mulai lebih sering berbelanja di warungnya, menjadikannya salah satu titik ekonomi kecil yang kini lebih aktif di lingkungan Desa Dawuhan.
Di balik semua perubahan itu, Suryati tak menyembunyikan rasa syukurnya. Dengan suara penuh haru, ia menyampaikan terima kasih kepada pihak yang telah membantu bangkitnya usaha kecilnya. “Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS atas bantuan ini. Warung saya jadi lebih bagus dan penghasilan juga meningkat. Semoga BAZNAS terus membantu orang-orang seperti saya,” ungkapnya.
Kisah Suryati menjadi gambaran bahwa pemberdayaan yang tepat sasaran dapat mengubah arah hidup seseorang. Bagi banyak pelaku usaha kecil, sentuhan kecil berupa pendampingan dan penataan usaha bukan sekadar bantuan—melainkan pintu menuju kesempatan baru.
Melalui program seperti Zmart, harapan itu terus disemai: agar semakin banyak warung kecil yang tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan menjadi penopang ekonomi keluarga di berbagai daerah.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us