Neneng dan Dapoer Keitha Bangkit dari Dapur Sederhana ke Omzet Puluhan Juta
Neneng dan Dapoer Keitha Bangkit dari Dapur Sederhana ke Omzet Puluhan Juta
10/04/2026 | Humas BAZNAS RIAroma mentega yang hangat menyeruak dari sebuah rumah di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur. Di balik pintu yang tak terlalu besar, tangan-tangan terampil seorang perempuan bekerja tanpa lelah. Dialah Bu Neneng—sosok sederhana yang berhasil mengubah dapur rumahnya menjadi ladang rezeki yang menjanjikan.
Usaha kuliner rumahan miliknya, Dapoer Keitha Aneka Pastry, kini semakin dikenal masyarakat sekitar. Berlokasi di Jalan Utan Kayu, Kecamatan Matraman, tempat ini bukan sekadar dapur biasa. Ia adalah ruang penuh harapan, kerja keras, dan ketekunan yang dibangun dari mimpi seorang ibu rumah tangga.
Setiap pagi, sebelum sebagian orang memulai aktivitas, Bu Neneng sudah lebih dulu sibuk menyiapkan adonan. Dengan penuh ketelitian, ia meracik bahan-bahan terbaik untuk menghasilkan aneka pastry bercita rasa khas rumahan. Mulai dari croissant yang renyah, smoke beef yang gurih, hingga cromboloni dan double cheese yang lumer di mulut—semuanya dibuat langsung dari dapurnya sendiri.
Tak kurang dari 11 varian menu dihasilkan setiap hari. Semua diproses secara higienis dan penuh perhatian terhadap detail. Baginya, kualitas bukan sekadar standar, tetapi komitmen.
“Saya ingin setiap orang yang mencicipi merasakan kehangatan seperti masakan di rumah sendiri,” ujar Bu Neneng dengan senyum tulus.
Perjalanan usaha ini tidak dimulai dengan kemewahan. Bu Neneng hanya berbekal keterampilan memasak yang ia asah secara otodidak dan keberanian untuk mencoba. Ia melihat peluang di tengah tren makanan ringan yang semakin digemari berbagai kalangan—dari anak-anak hingga orang dewasa.
Namun, lebih dari sekadar peluang bisnis, ada alasan yang lebih dalam yang mendorongnya.
“Awalnya saya hanya ingin membantu ekonomi keluarga. Tapi ternyata dari dapur kecil ini, Allah bukakan jalan rezeki yang tidak saya sangka,” tuturnya penuh syukur.
Perlahan tapi pasti, Dapoer Keitha mulai dikenal. Dari mulut ke mulut, pelanggan berdatangan. Mereka bukan hanya mencari camilan, tetapi juga rasa yang konsisten dan harga yang bersahabat.
Kini, usaha yang lahir dari kesederhanaan itu mampu menghasilkan omzet hingga sekitar Rp16 juta per bulan—angka yang tentu bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja keras dan ketekunan yang tak pernah padam.
Meski telah meraih pencapaian yang membanggakan, Bu Neneng tetap rendah hati. Ia terus menjaga kualitas produknya dan tidak berhenti berinovasi. Baginya, perjalanan ini masih panjang.
“Saya percaya, selama kita mau berusaha dan tidak menyerah, pasti ada jalan. Rezeki itu sudah diatur, tugas kita hanya menjemputnya dengan ikhtiar,” katanya.
Kisah Bu Neneng adalah bukti nyata bahwa mimpi besar tidak selalu dimulai dari tempat yang besar. Terkadang, cukup dari dapur sederhana, dengan niat yang tulus dan kerja keras yang konsisten.
Dari Utan Kayu, seorang ibu telah menunjukkan bahwa siapa pun bisa bangkit, berkembang, dan menginspirasi—asal berani memulai.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us