Menyalakan Harapan dari Warung di Ujung Desa

Menyalakan Harapan dari Warung di Ujung Desa

29/06/2026 | Humas BAZNAS RI

Tak semua kisah inspiratif lahir dari keramaian kota. Di sebuah sudut Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, sebuah warung sederhana menjadi saksi bahwa ikhtiar yang dijalani dengan sungguh-sungguh mampu menghadirkan perubahan. Dari tempat yang jauh dari pusat kota, semangat untuk bangkit, berbagi, dan memberi manfaat terus tumbuh setiap hari.

Kisah itu datang dari Wahid Hasyim, salah satu mustahik penerima manfaat Program Zmart. Dalam kegiatan pendampingan dan monitoring yang dilakukan oleh Pendamping Program Zmart wilayah Kebumen, terlihat bagaimana usaha yang ia rintis berkembang secara bertahap namun konsisten.

Kini, warung yang dikelola Pak Wahid mampu mencatat omzet penjualan lebih dari Rp1 juta setiap hari. Sebuah pencapaian yang lahir dari kerja keras, kedisiplinan, dan komitmennya dalam mengelola usaha. Seiring meningkatnya penjualan, ia pun mulai merenovasi warung agar lebih luas, nyaman, dan tertata rapi sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat sekitar.

Keberhasilan tersebut tidak diraih dalam semalam. Pak Wahid memegang prinsip sederhana, yakni selalu memutar kembali modal usaha untuk menambah stok dan melengkapi kebutuhan dagangan. Warungnya pun buka setiap hari sejak waktu subuh hingga pukul 22.00 WIB, memastikan kebutuhan warga dapat terpenuhi kapan saja.

"Saya sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan melalui Program Zmart. Terima kasih kepada BAZNAS dan seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakatnya untuk membantu kami. Bantuan ini bukan hanya menjadi tambahan modal, tetapi juga menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berusaha, mandiri, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Semoga Allah membalas segala kebaikan para muzaki dengan keberkahan yang berlipat," ungkap Pak Wahid penuh syukur.

Menariknya, kesibukan berdagang tidak membuat Pak Wahid melupakan pengabdiannya kepada masyarakat. Setiap sore, selepas salat Ashar hingga menjelang Magrib, ia meluangkan waktu untuk mengajar mengaji anak-anak di lingkungan sekitar. Baginya, rezeki yang baik adalah rezeki yang juga menghadirkan manfaat bagi sesama.

Seluruh aktivitas tersebut dapat berjalan berkat dukungan penuh dari istri dan keluarga yang senantiasa menjadi penyemangat dalam setiap langkah perjuangannya. Keharmonisan keluarga menjadi fondasi yang menguatkan perjalanan usaha sekaligus pengabdiannya kepada masyarakat.

Kisah Pak Wahid Hasyim membuktikan bahwa keterbatasan lokasi bukanlah penghalang untuk bertumbuh. Dengan kerja keras, pengelolaan usaha yang disiplin, serta dukungan zakat dari para muzaki melalui BAZNAS, sebuah warung sederhana di pelosok desa mampu menjadi sumber penghidupan, pusat pelayanan masyarakat, sekaligus menghadirkan harapan bagi masa depan yang lebih baik.

Semoga usaha Pak Wahid terus berkembang, membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi para saudagar Zmart lainnya untuk terus berikhtiar, mandiri, dan istiqamah dalam menebar manfaat.

 

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ