Menjemput Rezeki dari Jajanan Sekolah, Kisah Inspiratif Rini Ariyani dan ZMart di Jepara

Menjemput Rezeki dari Jajanan Sekolah, Kisah Inspiratif Rini Ariyani dan ZMart di Jepara

10/06/2026 | Humas BAZNAS RI

Suasana hiruk pikuk aktivitas sekolah di Desa Mangunan, Kecamatan Tahunan, Jepara, terlihat dari sebuah warung sederhana yang selalu ramai dipadati anak-anak saat jam istirahat dan sepulang sekolah. Dari balik etalase yang dipenuhi aneka camilan favorit, tersimpan kisah ketekunan dan semangat seorang ibu yang tak pernah menyerah menghadapi kehidupan.

Adalah Rini Ariyani (35), pemilik ZMart yang berhasil mengubah peluang kecil di sekitar rumahnya menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan. Dengan kejelian membaca kebutuhan pasar dan konsistensi dalam menjalankan usaha, Rini kini mampu meraih omzet harian hingga Rp250 ribu–Rp300 ribu.

Lokasi menjadi salah satu modal utama yang dimiliki Rini. Warungnya berada tepat di dekat sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga madrasah diniyah. Namun, menurutnya, lokasi strategis saja tidak cukup. Dibutuhkan kemampuan memahami apa yang benar-benar diinginkan pelanggan.

“Setiap hari saya memperhatikan apa yang disukai anak-anak. Dari situ saya tahu jajanan apa yang perlu disediakan dan dikembangkan,” tutur Rini.

Pemahaman itulah yang kemudian menjadi kunci keberhasilannya. Di rak-rak ZMart, tersedia beragam jajanan yang akrab di lidah anak-anak, mulai dari sosis goreng, cilok, tela-tela, hingga es beku yang menyegarkan. Saat lonceng istirahat berbunyi, warung kecil itu berubah menjadi pusat keramaian yang dipenuhi gelak tawa dan antrean pembeli cilik.

Bagi Rini, fokus pada segmen jajanan anak merupakan keputusan yang terbukti tepat. Dibandingkan kebutuhan pokok yang perputarannya cenderung lambat, camilan memiliki tingkat penjualan yang jauh lebih cepat.

“Karena dekat dengan SD dan madrasah diniyah, yang paling laris memang jajanan anak seperti tela-tela dan sosis. Kalau sembako biasanya dibeli sedikit-sedikit, misalnya beras satu kilogram atau telur seperempat kilogram,” ujarnya.

Di balik kesibukannya melayani pelanggan, tersimpan perjuangan yang lebih besar. Rini adalah seorang ibu tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga sekaligus sosok yang bertanggung jawab atas masa depan kedua anaknya, Denia dan Siva. Setiap bungkus camilan yang terjual bukan sekadar transaksi dagang, melainkan bagian dari ikhtiarnya untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi buah hatinya.

Keteguhan itulah yang membuat usahanya terus bertahan dan berkembang. Meski omzet hariannya sudah cukup stabil, Rini memilih untuk tetap rendah hati. Baginya, perjalanan masih panjang dan selalu ada ruang untuk belajar serta berinovasi.

“Alhamdulillah, sampai sekarang omzetnya masih konsisten di angka itu. Mudah-mudahan ke depan semakin baik,” katanya penuh harap.

 

Kisah Rini menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu lahir dari modal besar atau usaha yang megah. Terkadang, keberhasilan justru berawal dari kemampuan melihat peluang yang ada di sekitar, memahami kebutuhan pelanggan, dan menjalankannya dengan tekun setiap hari. Dari warung sederhana di tepi sekolah, Rini membuktikan bahwa kreativitas, kerja keras, dan semangat pantang menyerah mampu menghadirkan harapan serta menggerakkan roda ekonomi keluarga.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ