Mbah Ngadiyo dan Istri, Pasangan Tangguh yang Kembangkan Integrated Farming bersama BAZNAS
Mbah Ngadiyo dan Istri, Pasangan Tangguh yang Kembangkan Integrated Farming bersama BAZNAS
25/09/2025 | Humas BAZNASDi sebuah lereng perbukitan di Padukuhan Srunggo 2, Kalurahan Selopamioro, Imogiri, Bantul, hidup sepasang suami istri yang tak kenal lelah bekerja. Dialah Mbah Ngadiyo, anggota Kelompok Ternak Berkah Cerme, yang setiap pagi menyalakan semangat hidup dengan langkah sederhana: menyiram tanaman cabai rawit.
Bagi sebagian orang, menyiram cabai adalah rutinitas biasa. Namun bagi Mbah Ngadiyo, setiap tetes air adalah harapan. Ia tahu betul, penyiraman yang teratur dan tepat waktu dapat menentukan nasib tanamannya. Bersama istrinya, ia merawat cabai sekaligus memelihara ternak dengan sepenuh hati. Kekompakan pasangan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan kebersamaan bisa menjadi jalan keluar dari keterbatasan ekonomi.
Meski penuh semangat, perjuangan Mbah Ngadiyo tidak mudah. Lahan yang ia kelola berada di ketinggian, jauh dari sumber air. Keterbatasan inilah yang sering membuat penyiraman menjadi pekerjaan berat. Namun, ia tidak menyerah. Dengan segala cara, ia berusaha menjaga tanaman tetap hidup, sembari terus memberi pakan ternaknya agar tetap sehat dan produktif.
BAZNAS Hadir Membawa Harapan
Di tengah keterbatasan itu, hadir dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis integrated farming system, Mbah Ngadiyo dan anggota kelompoknya mendapat pendampingan serta pelatihan. Konsep ini mengajarkan petani dan peternak untuk mengelola lahan dan ternak secara terpadu, sehingga hasil pertanian dapat menunjang peternakan, dan sebaliknya.
Dengan sistem ini, Mbah Ngadiyo bisa memanfaatkan limbah ternak sebagai pupuk alami bagi cabai, sementara hasil pertanian mendukung kebutuhan pakan ternak. Alur yang saling terhubung ini bukan hanya meningkatkan produktivitas, tapi juga membuat usaha tani lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Alhamdulillah, dengan pendampingan BAZNAS, saya jadi lebih paham bagaimana mengatur tanaman dan ternak supaya bisa saling menguntungkan,” ujar Mbah Ngadiyo dengan senyum tulus.
Dari Buruh Bangunan ke Petani Mandiri
Sebelum bergabung dalam program BAZNAS, Mbah Ngadiyo mengandalkan penghasilan harian sebagai buruh bangunan. Kini, dengan usaha tani terpadu, ia dan istrinya memiliki tambahan penghasilan yang lebih stabil. Walau masih sederhana, hasil pertanian cabai dan ternaknya mulai memberi perubahan nyata bagi keluarganya.
Lebih dari itu, kehadiran BAZNAS bukan hanya memberi modal ilmu dan pendampingan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri. Mbah Ngadiyo kini melihat pertanian dan peternakan bukan sekadar pekerjaan, melainkan peluang besar untuk mengangkat taraf hidup.
Inspirasi Bagi Warga Sekitar
Perjuangan pasangan ini memberi inspirasi bagi warga sekitar. Bahwa dengan kerja keras, dukungan keluarga, dan sentuhan pendampingan yang tepat, keterbatasan bisa berubah menjadi kekuatan. Integrated farming yang dijalankan Mbah Ngadiyo menjadi contoh nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS mampu kembali ke masyarakat dalam bentuk manfaat nyata.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us