Langkah Kecil Ayu, Harapan Besar dari Warung Desa
Langkah Kecil Ayu, Harapan Besar dari Warung Desa
06/02/2026 | Humas BAZNASSebuah warung sederhana di Desa Ngasem, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menjadi saksi keteguhan seorang perempuan muda bernama Dewi Ayu Fatmawati. Di balik rak-rak berisi kebutuhan harian dan transaksi yang tak selalu ramai, tersimpan semangat besar yang tak mudah padam.
Ayu—begitu ia akrab disapa—adalah saudagar Zmart, program pemberdayaan ekonomi yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional. Meski omzet penjualan warungnya masih berkisar Rp100 ribu per hari, Ayu memilih untuk terus melangkah, tanpa mengeluh, apalagi menyerah.
Bagi Ayu, angka tersebut bukanlah batas kemampuan, melainkan pijakan awal. Setiap rupiah yang ia peroleh adalah tanda bahwa usahanya bergerak, sekecil apa pun itu. “Yang penting konsisten buka dan melayani warga dengan baik. Rezeki sudah ada yang mengatur, tugas kita hanya berusaha dan istiqomah,” tuturnya pelan, namun penuh keyakinan.
Menjalankan warung di tingkat desa bukan perkara mudah. Persaingan harga, daya beli masyarakat yang naik-turun, hingga keterbatasan modal menjadi tantangan sehari-hari. Namun Ayu memilih fokus pada hal yang bisa ia kendalikan: pelayanan yang ramah dan ketersediaan barang yang dibutuhkan warga sekitar.
Di balik kegigihannya, ada alasan yang jauh lebih besar dari sekadar keuntungan. Setahun terakhir, ibunya harus berjuang melawan stroke yang membuat aktivitasnya sangat terbatas. Perawatan sang ibu kini menjadi prioritas utama keluarga. Sementara itu, sang ayah yang bekerja sebagai tukang ukir mebel juga tidak memiliki penghasilan tetap.
Lesunya industri mebel membuat pemasukan keluarga kerap tak menentu. Kondisi inilah yang mendorong Ayu untuk berdiri di garis depan, menjadi penopang ekonomi keluarga. “Meskipun hasilnya belum seberapa besar, saya bersyukur bisa sedikit membantu kebutuhan rumah. Terutama untuk ibu yang sedang sakit,” ucapnya lirih.
Di sinilah peran BAZNAS menjadi penting. Melalui program Zmart, Ayu tidak hanya menerima bantuan usaha, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan. Ia dibekali pemahaman tentang pengelolaan stok, penataan warung, hingga cara melayani pelanggan dengan lebih efektif. Pendampingan ini menjadi bekal berharga agar usaha kecil seperti milik Ayu tidak berjalan sendiri.
Kini, Ayu mulai berani bermimpi lebih jauh. Ia berharap warungnya bisa berkembang, baik dari segi variasi produk maupun peningkatan omzet harian. Dengan manajemen yang semakin rapi dan dukungan pendampingan yang terus berjalan, ia yakin perlahan tapi pasti, perubahan akan datang.
Kisah Ayu adalah potret nyata bagaimana zakat yang dikelola secara produktif mampu menyalakan harapan. Dari warung kecil di desa, BAZNAS membantu menumbuhkan kemandirian, menjaga martabat, dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik. Sebab bagi Ayu, dan ribuan saudagar Zmart lainnya, konsistensi hari ini adalah investasi untuk esok yang lebih cerah.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us