Konsistensi Odang Menjaga Asa di Balai Ternak Jatimekar Bersama BAZNAS

Konsistensi Odang Menjaga Asa di Balai Ternak Jatimekar Bersama BAZNAS

16/04/2026 | Humas BAZNAS RI

Pagi baru saja merekah di Kampung Jatigede, Kabupaten Sumedang. Embun masih menggantung di ujung rumput, sementara suara kambing bersahutan memecah sunyi. Di antara kandang-kandang sederhana, sosok Odang sudah sibuk sejak fajar menyingsing. Tangannya cekatan, memanggul rumput pakcong yang masih segar, memastikan ternaknya mendapatkan asupan terbaik hari itu.

Bagi Odang, rutinitas ini bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah jalan hidup yang perlahan mengubah nasibnya.

“Kalau ternak sehat, kami juga ikut kuat,” ujarnya singkat, sembari menebar pakan ke dalam kandang.

Menjaga Harapan dari Hal Sederhana

Di Balai Ternak Jatimekar, konsistensi menjadi kunci. Setiap anggota kelompok memahami bahwa keberhasilan tidak datang dari langkah besar semata, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.

Odang adalah salah satu contoh nyata. Ia merawat 13 ekor ternak dengan penuh perhatian. Di antara ternak itu, terdapat cempe-cempe muda yang masih dalam masa pertumbuhan, indukan yang menjadi tumpuan regenerasi, serta beberapa ternak lainnya yang siap dikembangkan.

Setiap helai rumput yang ia berikan bukan tanpa tujuan. Pakan berkualitas seperti pakcong dipilih untuk memastikan pertumbuhan ternak berjalan optimal, sekaligus menjaga siklus reproduksi tetap stabil.

“Yang penting sabar dan telaten. Ternak itu seperti anak, harus dirawat setiap hari,” tuturnya.

Ketekunan di Tengah Tantangan

Perjalanan Odang tentu tidak selalu mudah. Cuaca yang tak menentu kerap menjadi tantangan tersendiri. Hujan berkepanjangan bisa memengaruhi kualitas pakan, sementara panas ekstrem berisiko menurunkan daya tahan tubuh ternak.

Namun, di sinilah peran pendamping program menjadi sangat penting. Mereka tidak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra yang memastikan setiap peternak menjalankan manajemen pemeliharaan dengan baik.

Mulai dari pola pemberian pakan, pengawasan kesehatan, hingga pencatatan perkembangan ternak, semuanya dilakukan dengan disiplin. Tujuannya satu: menjaga stabilitas produktivitas dan memastikan setiap ternak tetap dalam kondisi prima.

Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen program pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi oleh BAZNAS, yang tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga membangun kemandirian.

Lebih dari Sekadar Bantuan

Bagi para peternak di Balai Ternak Jatimekar, program ini bukan sekadar bantuan sesaat. Ini adalah kesempatan untuk bangkit.

Sinergi antara aktivitas di kandang dan koordinasi dengan tim BAZNAS berjalan dengan rapi. Meski para pendamping juga memiliki tanggung jawab administratif di kantor, pengawasan terhadap peternak tetap menjadi prioritas.

Pendekatan ini membuat para peternak merasa tidak berjalan sendiri. Ada sistem yang mendukung, ada arahan yang jelas, dan ada harapan yang terus dijaga.

“Kami jadi lebih semangat, karena ada yang membimbing,” kata Odang.

Menumbuhkan Kemandirian, Menyemai Masa Depan

Perlahan tapi pasti, perubahan mulai terasa. Ternak yang sehat berarti peluang ekonomi yang lebih baik. Dari hasil ternak, kebutuhan keluarga bisa terpenuhi, bahkan membuka peluang untuk berkembang lebih jauh.

Apa yang dilakukan Odang hari ini mungkin terlihat sederhana—memberi pakan, membersihkan kandang, memantau kesehatan ternak. Namun, di balik itu semua, ada mimpi besar yang sedang dibangun.

Kemandirian ekonomi bukan lagi sekadar wacana, melainkan sesuatu yang mulai terwujud.

Kisah Odang adalah potret nyata bahwa pemberdayaan yang dilakukan dengan konsisten dapat membawa perubahan. Bahwa dari kandang sederhana di sudut desa, harapan bisa tumbuh dan berkembang.

Dan setiap pagi, saat ia kembali memanggul rumput menuju kandang, langkahnya bukan hanya tentang merawat ternak—tetapi juga merawat masa depan.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ