Kisah Wulan, Mustahik BAZNAS yang Sukses Bangun Usaha Donat

Kisah Wulan, Mustahik BAZNAS yang Sukses Bangun Usaha Donat

15/01/2026 | Humas BAZNAS

Aroma donat yang baru matang menyeruak dari sebuah dapur produksi sederhana di Jalan Sultan Hadiwijaya, Demak. Di depan Swalayan Aneka Jaya, deretan donat dengan aneka topping menggoda mata para pembeli yang melintas. Di balik kesibukan itu, ada sosok perempuan tangguh bernama Wulan (41), mitra binaan BAZNAS melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bedono, yang kini sukses meraih omzet jutaan rupiah per hari dari usaha donat dan roti miliknya, Yura Donnuts.

Tak banyak yang tahu, usaha yang kini berkembang pesat itu bermula dari dapur kecil di rumahnya pada tahun 2019. Berbekal semangat dan keuletan, Wulan mulai memproduksi donat rumahan untuk dititipkan ke warung-warung sekitar. Dari situlah langkah kecilnya dimulai.

“Awalnya hanya bikin donat biasa, lama-lama pelanggan minta variasi. Akhirnya saya tambah roti bolen, roti pisang, roti sisir, cookies, sampai roti sosis,” kenang Wulan sambil tersenyum.

Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Perjalanan usaha Wulan tentu tak selalu mulus. Ia sempat membuka gerai di foodcourt, namun harus menutupnya karena kondisi pasar yang berubah. Tak ingin menyerah, Wulan justru memutar otak mencari strategi baru.

Kini, Yura Donnuts tetap eksis dengan dua gerai dan strategi penjualan yang mengikuti tren masa kini. Wulan berjualan secara on the road (OTR) serta memanfaatkan live TikTok untuk menjangkau lebih banyak pembeli.

“Pagi kami produksi, lalu lanjut jualan. Alhamdulillah, sekarang ikut live TikTok dan jualan keliling, responsnya bagus. Banyak pesanan masuk,” ujarnya.

Bersama empat orang karyawan, Wulan mengatur produksi sejak pagi hari agar donat dan roti selalu segar saat dijual. Ketekunannya berbuah manis. Setiap hari, Yura Donnuts mampu meraih omzet hingga Rp1 juta, dengan penghasilan bersih mencapai sekitar Rp6 juta per bulan.

Peran BAZNAS dalam Menguatkan Usaha Mustahik

Di balik kesuksesan itu, Wulan tak menutup mata pada peran besar BAZNAS yang telah mendampinginya. Sebagai mitra BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bedono, Wulan mendapatkan bantuan modal usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Bantuan tersebut digunakan untuk mencetak kemasan, membeli bahan baku, serta menambah peralatan produksi demi memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat.

“Alhamdulillah, dengan bantuan modal dari BAZNAS, saya bisa menambah produksi. Permintaan makin banyak, kemasan juga jadi lebih bagus dan profesional,” tutur Wulan.

Program BMD BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan usaha agar para mustahik mampu mandiri secara ekonomi dan naik kelas menjadi pelaku UMKM yang tangguh.

Mengubah Mustahik Menjadi Muzaki

Kisah Wulan menjadi bukti nyata bagaimana zakat yang dikelola secara produktif mampu mengangkat perekonomian umat. Dari seorang mustahik, kini Wulan tumbuh menjadi pelaku usaha yang memberi manfaat bagi banyak orang, termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi empat karyawannya.

“Dulu saya hanya ingin punya usaha untuk bantu ekonomi keluarga. Sekarang alhamdulillah bisa menghidupi karyawan juga,” ucapnya penuh syukur.

BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan, agar semakin banyak mustahik seperti Wulan yang mampu bangkit, mandiri, dan kelak menjadi muzakki.

Dari dapur rumahan hingga omzet jutaan rupiah per hari, perjalanan Wulan bersama Yura Donnuts menjadi kisah inspiratif tentang kerja keras, ketekunan, dan keberkahan zakat yang dikelola dengan amanah. Sebuah bukti bahwa ketika zakat dikelola secara produktif, ia mampu mengubah kehidupan.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ