Kemarau Menguji, Kelompok Sumber Berkah Menjaga Harapan Peternak

Kemarau Menguji, Kelompok Sumber Berkah Menjaga Harapan Peternak

06/08/2026 | Humas BAZNAS RI

Musim kemarau selalu menghadirkan ujian bagi para peternak. Hijauan pakan semakin sulit ditemukan, pertumbuhan rumput melambat, dan lahan pertanian harus menunggu datangnya hujan. Namun, di balik keterbatasan itu, semangat anggota Kelompok Sumber Berkah Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya di Desa Cikapinis, Kecamatan Karangnunggal, justru semakin menguat.

Setiap hari, Abidin, salah satu anggota kelompok, harus menempuh perjalanan lebih jauh demi mencari hijauan untuk ternaknya. Baginya, merawat ternak bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Perjuangan itu menjadi gambaran keteguhan para peternak yang tidak menyerah meski dihadapkan pada kondisi alam yang tidak mudah.

Di tengah tantangan tersebut, kehadiran BAZNAS melalui program Balai Ternak menjadi penguat langkah para anggota kelompok. Pendampingan yang diberikan tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha ternak, tetapi juga mendorong lahirnya semangat gotong royong, kemandirian, dan perencanaan jangka panjang agar kelompok mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk musim kemarau.

Saat ini, kebun rumput odot yang dikelola kelompok memang belum dapat berproduksi secara optimal akibat minimnya curah hujan. Demikian pula lahan jagung yang selama ini menjadi sumber pakan tambahan masih menunggu musim hujan untuk kembali ditanami. Namun, kondisi tersebut tidak membuat aktivitas kelompok terhenti.

Dengan semangat kebersamaan, para anggota terus bergotong royong membersihkan dan menyiapkan lahan seluas sekitar 4,5 hektare agar secara bertahap dapat ditanami rumput odot dan jagung sebagai fondasi kemandirian pakan ternak di masa mendatang.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Budidaya jagung yang dikelola secara swadaya telah berhasil dipanen dua kali. Pada periode tanam pertama, kelompok menghasilkan sekitar 250 kilogram jagung pipil, kemudian meningkat menjadi sekitar 320 kilogram pada panen kedua. Dengan harga jual sekitar Rp6.000 per kilogram, hasil panen tersebut memberikan tambahan omzet sekitar Rp1,5 juta pada panen pertama dan meningkat menjadi sekitar Rp1,92 juta pada panen kedua.

"Kemarau memang membuat kami harus bekerja lebih keras mencari pakan. Kadang harus berjalan lebih jauh dari biasanya. Tapi kami tidak ingin menyerah. Dengan pendampingan dari BAZNAS dan semangat teman-teman kelompok, kami yakin usaha ini akan terus berkembang dan suatu saat bisa benar-benar mandiri." ujar Anggota Kelompok Sumber Berkah Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, Abidin.

Nilai tersebut mungkin belum besar, tetapi bagi Kelompok Sumber Berkah, setiap panen adalah bukti bahwa kerja keras, kebersamaan, dan pendampingan yang berkelanjutan mampu menghadirkan perubahan. Setiap kilogram hasil panen menjadi simbol tumbuhnya harapan menuju kemandirian ekonomi dan ketahanan usaha peternakan.

BAZNAS meyakini bahwa pemberdayaan tidak hanya diukur dari besarnya hasil yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk bangkit, berproses, dan terus berkembang. Melalui program Balai Ternak, BAZNAS berupaya menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya meningkatkan produktivitas peternak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, memperluas kemandirian mustahik, serta menumbuhkan optimisme di tengah berbagai tantangan.

Musim kemarau mungkin membatasi ketersediaan pakan hari ini. Namun, dengan ikhtiar, gotong royong, dan pendampingan yang berkelanjutan dari BAZNAS, Kelompok Sumber Berkah terus menanam harapan bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menjadi fondasi bagi kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera di masa depan.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ