Jelajah Dampak Zakat Nusantara, Menyaksikan Manfaat Zakat di Tengah MTQ Nasional
Jelajah Dampak Zakat Nusantara, Menyaksikan Manfaat Zakat di Tengah MTQ Nasional
16/09/2026 | Humas BAZNAS RISuasana perhelatan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang tidak hanya dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur'an. Di tengah keramaian, sebuah booth dengan layar digital interaktif menarik perhatian pengunjung.
Di sana, pengunjung diajak melihat sesuatu yang mungkin selama ini terasa jauh dari kehidupan mereka: ke mana zakat disalurkan dan bagaimana zakat memberikan dampak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Booth bertajuk "Jelajah Dampak Zakat Nusantara" yang dihadirkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjadi salah satu ruang edukasi yang mengajak masyarakat mengenal lebih dekat perjalanan zakat dari muzaki hingga sampai kepada mustahik.
Bukan sekadar informasi dalam bentuk angka atau tulisan, pengunjung dapat berinteraksi langsung melalui layar sentuh. Mereka bisa menjelajahi berbagai program dan melihat gambaran dampak penyaluran zakat di sejumlah wilayah Indonesia.
Bagi sebagian pengunjung, pengalaman tersebut menghadirkan pemahaman baru bahwa zakat bukan hanya kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga memiliki peran dalam membantu kehidupan orang lain.
Ketika Zakat Tak Lagi Sekadar Angka
Kamal Yusuf, seorang dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, menjadi salah satu pengunjung yang menyempatkan diri menjelajahi booth tersebut.
Sebagai muzaki yang aktif menunaikan zakat melalui BAZNAS, Kamal mengaku semakin memahami pentingnya memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat setelah melihat langsung berbagai dampak yang ditampilkan.
Menurutnya, apa yang disajikan melalui "Jelajah Dampak Zakat Nusantara" memberikan gambaran bahwa dana zakat yang dihimpun dapat kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk program yang menyentuh kebutuhan mustahik.
"Saya berharap masyarakat muslim yang lain dapat memberikan bantuannya pada BAZNAS agar program-program berdampak positif dapat diberikan lebih luas lagi," ujar Kamal, Sabtu (12/9/2026).
Harapan itu berangkat dari keyakinan sederhana: semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat melalui lembaga pengelola zakat, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
Di balik layar digital yang disentuh pengunjung, terdapat cerita tentang kehidupan masyarakat yang mendapat manfaat dari zakat. Ada kebutuhan yang terbantu, kesempatan yang terbuka, serta harapan yang kembali tumbuh.
Dari Rasa Ingin Tahu Menjadi Kepedulian
Pengalaman berbeda dirasakan Athaya Shakila, seorang siswi Gandhi Memorial Intercontinental School Semarang.
Sebagai pelajar, Athaya datang dengan rasa ingin tahu. Namun setelah melihat berbagai informasi mengenai dampak zakat yang ditampilkan di booth BAZNAS RI, ia mendapatkan pemahaman baru tentang makna zakat dalam kehidupan masyarakat.
"Setelah saya melihat dampak dari zakat, saya jadi tahu kalau zakat itu sangat berguna atau sangat bermanfaat untuk masyarakat yang sangat membutuhkan," kata Athaya.
Bagi Athaya, pengalaman tersebut membuat zakat terasa lebih dekat. Zakat tidak lagi sekadar sesuatu yang dipelajari sebagai bagian dari ajaran agama, tetapi juga dapat dilihat melalui manfaat yang dirasakan masyarakat.
Cara penyampaian yang interaktif membuat pesan tersebut lebih mudah diterima, terutama oleh generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.
Layar sentuh di booth tersebut menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih jauh bagaimana zakat dikelola dan disalurkan. Pengunjung tidak hanya membaca informasi, tetapi dapat mengeksplorasi sendiri berbagai konten yang tersedia.
Menyambungkan Kebaikan dengan Mereka yang Membutuhkan
Pandangan serupa disampaikan Siti Khaswati, pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.
Menurut Siti, kehadiran BAZNAS memiliki arti penting karena tidak semua orang dapat menjangkau langsung masyarakat yang membutuhkan bantuan.
"Dampaknya sangat signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan di luar jangkauan kita," kata Siti.
Pernyataan tersebut menggambarkan salah satu peran penting lembaga pengelola zakat. Di satu sisi terdapat masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berbagi melalui zakat. Di sisi lain, ada mustahik yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kehidupannya.
BAZNAS menjadi bagian yang menghubungkan keduanya.
Dengan pengelolaan dan penyaluran yang dilakukan melalui program-program zakat, kebaikan yang diberikan seorang muzaki dapat menjangkau masyarakat di wilayah dan kondisi yang mungkin tidak pernah ditemuinya secara langsung.
Di sinilah zakat menjadi lebih dari sekadar angka dalam laporan. Setiap rupiah yang ditunaikan memiliki potensi untuk berubah menjadi manfaat yang dirasakan oleh orang lain.
Membawa Cerita Zakat Lebih Dekat kepada Masyarakat
Kehadiran "Jelajah Dampak Zakat Nusantara" dalam MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang menjadi cara BAZNAS RI memperkenalkan pengelolaan dan dampak zakat kepada publik melalui pendekatan yang lebih dekat dengan perkembangan zaman.
Pengunjung dapat menggunakan layar sentuh untuk melihat rekam jejak penyaluran zakat di berbagai wilayah Indonesia. Selain mendapatkan informasi, mereka juga dapat mengikuti kuis interaktif serta memperoleh kesempatan mendapatkan kupon dan suvenir gratis.
Konsep tersebut membuat booth BAZNAS RI tidak hanya menjadi tempat menyampaikan informasi, tetapi juga ruang perjumpaan antara masyarakat dengan cerita tentang dampak zakat.
Bagi Kamal, Athaya, dan Siti, pengalaman mengunjungi booth tersebut meninggalkan kesan yang berbeda. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda pula—dosen, pelajar, dan pegawai pemerintah—namun bertemu pada satu pemahaman yang sama: zakat memiliki manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
MTQ Nasional kemudian tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur'an, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan nilai-nilai kepedulian sosial kepada masyarakat.
Melalui "Jelajah Dampak Zakat Nusantara", BAZNAS RI membawa pesan bahwa di balik zakat yang ditunaikan oleh seorang muzaki, ada kehidupan yang disentuh oleh kebaikan.
Ada keluarga yang terbantu. Ada masyarakat yang mendapatkan kesempatan. Ada mustahik yang memiliki ruang untuk bangkit.
Dan ada harapan agar kebaikan itu terus berjalan, dari satu muzaki kepada lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, dari satu wilayah ke wilayah lainnya di seluruh Nusantara.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us