Di Tengah Kabut Asap, Ulan Kembali Menyalakan Harapan Lewat ZChicken
Di Tengah Kabut Asap, Ulan Kembali Menyalakan Harapan Lewat ZChicken
15/09/2026 | Humas BAZNAS RIPagi itu, Ulan kembali menata harapan di depan gerobak jualannya.
Setelah hampir sebulan aktivitas masyarakat Kota Jambi terganggu akibat kabut asap, kondisi udara perlahan mulai membaik. Bagi sebagian orang, meredanya kabut asap mungkin sekadar kabar baik. Namun bagi Ulan, 28 tahun, seorang ibu rumah tangga sekaligus penerima manfaat bantuan usaha ZChicken dari BAZNAS RI, kondisi tersebut berarti kesempatan untuk kembali bekerja dan menghidupkan roda ekonomi keluarganya.
Di Jalan Mayor H. Zainul Rivai, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Ulan kembali membuka usaha ayam krispinya. Tidak banyak yang ia pikirkan pagi itu selain bagaimana dagangannya bisa kembali berjalan.
Hampir satu bulan lamanya, kabut asap membuat aktivitas masyarakat terhambat. Kondisi itu pun berdampak langsung pada usaha ZChicken yang dijalankan Ulan. Penjualan menurun dan aktivitas berjualan tidak dapat dilakukan seperti biasanya.
Namun, Ulan memilih untuk tidak menyerah.
Begitu kondisi mulai memungkinkan, ia kembali berjualan. Baginya, kembali membuka usaha bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjaga harapan agar keluarganya tetap memiliki sumber pemasukan.
Semangat itu perlahan membuahkan hasil.
Pada hari pertama kembali berjualan, Ulan berhasil menjual sekitar 30 paket ayam krispi. Dari penjualan tersebut, ia memperoleh omzet sekitar Rp360.000 dengan keuntungan kurang lebih Rp100.000.
Angka tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Ulan, hasil penjualan hari pertamanya memiliki arti yang jauh lebih besar. Setelah hampir sebulan menghadapi situasi sulit, keuntungan itu menjadi tanda bahwa usahanya masih memiliki peluang untuk terus tumbuh.
Ia pun semakin yakin untuk melanjutkan langkahnya, sedikit demi sedikit.
Sebagai ibu rumah tangga, usaha ZChicken menjadi salah satu ikhtiar Ulan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Bantuan usaha yang diterimanya dari BAZNAS RI membuka kesempatan bagi dirinya untuk memiliki aktivitas produktif dan membangun kemandirian ekonomi.
“Terima kasih kepada BAZNAS RI. Dengan adanya bantuan usaha ini, saya mampu membantu perekonomian keluarga. Pendampingan yang diberikan juga menambah motivasi saya dalam berusaha,” ujar Ulan.
Bagi Ulan, perjalanan berwirausaha mungkin belum selalu mudah. Ada kabut asap yang sempat membuatnya berhenti, ada penjualan yang menurun, dan ada ketidakpastian yang harus dihadapi. Tetapi setiap kali keadaan sulit datang, ia belajar bahwa selalu ada alasan untuk mencoba kembali.
Hari pertama berjualan pasca kabut asap itu menjadi salah satu buktinya.
Tiga puluh paket ayam krispi yang terjual bukan sekadar jumlah dagangan. Di baliknya ada keberanian untuk bangkit, ada harapan untuk keluarga, dan ada keyakinan bahwa usaha kecil pun dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Ulan mungkin hanya memulai dari sebuah usaha sederhana. Namun dari sana, ia sedang meneguhkan satu hal penting: kemandirian tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, ia lahir dari keberanian untuk kembali membuka lapak dan mencoba sekali lagi.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us