Dari Warung Pinggir Jalan ke Kopi Rasa Kafe, Usaha Retno Berkembang Bersama BAZNAS

Dari Warung Pinggir Jalan ke Kopi Rasa Kafe, Usaha Retno Berkembang Bersama BAZNAS

08/10/2025 | Humas BAZNAS

Di tengah panas terik Jalan Raya Pamongan Guntur, Demak, Jawa Tengah, aroma kopi menyeruak dari sebuah konter sederhana bertuliskan “Es Teh dan Kopi Kafe Retno”. Di balik meja kecil dengan tumpukan gelas plastik dan termos besar, Retno Setyowati tampak sibuk melayani pelanggan. Siapa sangka, dari usaha minuman yang terlihat sederhana itu, Retno kini mampu meraih omzet hingga Rp400 ribu per hari.

Usahanya tidak hanya bertahan, tapi tumbuh pesat berkat dukungan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bedono, sebuah program pemberdayaan ekonomi mustahik yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Awal Usaha dari Ketekunan dan Ide Sederhana

Retno memulai usahanya dua tahun lalu. Dengan modal terbatas, ia membuka konter kecil menjual es teh di pinggir jalan. Minuman segar itu cepat menarik perhatian, terutama pada cuaca panas yang terik. Namun, persaingan ketat membuatnya berpikir keras agar jualannya tidak tenggelam di antara banyak penjual lain.

“Saya lihat sekarang banyak orang suka ngopi, tapi harganya di kafe mahal. Dari situ saya kepikiran, kenapa tidak jual kopi dengan rasa seperti di kafe, tapi dengan harga yang lebih terjangkau?” tutur Retno sambil tersenyum.

Dari ide sederhana itu lahirlah “kopi rasa kafe” buatan Retno. Dengan harga hanya Rp8.000 per cangkir—jauh di bawah harga kopi kafe yang bisa mencapai Rp24.000—penjualannya langsung mendapat sambutan hangat dari pelanggan.

Omzet Meningkat Berkat Dukungan BAZNAS

Melihat antusiasme pelanggan, Retno ingin memperluas usahanya. Namun, keterbatasan modal menjadi hambatan utama. Ia membutuhkan tambahan bahan baku kopi, es, dan perlengkapan seperti cup dan sedotan agar bisa melayani lebih banyak pesanan.

Kesempatan itu datang ketika ia bergabung sebagai mitra BAZNAS Microfinance Desa Bedono. Melalui program ini, Retno mendapatkan pinjaman modal usaha sebesar Rp2.500.000. Dana tersebut digunakan untuk memperbanyak stok bahan dan menambah varian menu.

“Alhamdulillah, sejak dapat bantuan dari BAZNAS, saya bisa menambah rasa kopi dan memperbaiki tampilan tempat jualan. Sekarang pelanggan makin banyak dan pesanan sering datang dalam jumlah besar, bisa sampai 150 cup dalam sehari,” ujarnya penuh syukur.

Berkat inovasi dan semangatnya, konter minuman Retno kini mampu menghasilkan keuntungan bersih rata-rata Rp150.000 per hari. Pendapatannya yang stabil tak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tapi juga memberi kepercayaan diri untuk terus berkembang.

Peran Nyata BAZNAS dalam Mendorong Kemandirian Mustahik

Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) menjadi salah satu wujud nyata peran BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi. Tidak hanya memberikan pinjaman modal, BAZNAS juga mendampingi para mustahik dalam mengelola usaha, mencatat keuangan, hingga strategi pemasaran.

Pendamping dari BAZNAS Bedono rutin melakukan kunjungan untuk memantau perkembangan usaha Retno dan memberikan motivasi. “Pendampingan dari BAZNAS sangat membantu. Saya jadi lebih paham cara mengatur uang dan menjaga kualitas produk,” kata Retno.

Melalui pendekatan ini, BAZNAS berupaya menjadikan mustahik tidak sekadar penerima bantuan, tetapi mampu bertransformasi menjadi pelaku ekonomi mandiri yang berdaya saing.

Dari Mustahik Menuju Muzakki

Cita-cita terbesar Retno kini bukan hanya memperluas usaha, tapi juga ingin menjadi muzakki, orang yang menunaikan zakat, bukan lagi penerima. “Saya ingin terus maju, bisa bantu orang lain seperti BAZNAS membantu saya,” tuturnya penuh harap.

Konter es teh dan kopi kafe milik Retno kini bukan sekadar tempat jualan, tetapi simbol perubahan. Dari seorang ibu rumah tangga dengan keterbatasan modal, kini ia menjadi contoh nyata bahwa dengan tekad dan dukungan yang tepat, siapa pun bisa bangkit.

Inspirasi dari Demak untuk Seluruh Negeri

Kisah Retno Setyowati menjadi inspirasi bagi banyak pelaku usaha kecil di desa. Melalui BAZNAS Microfinance Desa, ribuan mustahik di seluruh Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka.

Program seperti ini membuktikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS tidak hanya membantu dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi umat secara berkelanjutan.

“InsyaAllah, selama kita mau berusaha dan yakin pada rezeki Allah, pasti ada jalan,” tutup Retno dengan senyum hangat, sambil menyerahkan segelas es teh manis kepada pelanggan yang baru datang.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ