Dari Madrasah ke Kandang, Semangat Rahmat Bangun Kemandirian Ekonomi Bersama BAZNAS
Dari Madrasah ke Kandang, Semangat Rahmat Bangun Kemandirian Ekonomi Bersama BAZNAS
14/04/2026 | Humas BAZNAS RIDi tengah lanskap pedesaan yang tenang di Desa Cikapinis, semangat pengabdian dan kemandirian tumbuh dari sosok sederhana yang menjalani dua peran sekaligus: peternak dan pendidik agama. Ia adalah Rahmat, anggota Kelompok Sumber Berkah, yang setiap harinya merajut keseimbangan antara ikhtiar ekonomi dan pengabdian sosial di tengah masyarakatnya.
Bagi Rahmat, waktu bukan alasan untuk berhenti berbagi ilmu. Di sela kesibukannya mengurus ternak, ia tetap hadir sebagai seorang ustadz yang mengajar anak-anak di madrasah kampung. Suaranya menjadi bagian dari proses tumbuhnya generasi muda yang tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga memahami nilai-nilai kehidupan dan keagamaan yang membentuk karakter mereka.
Namun di balik perannya sebagai pendidik, ada kerja keras yang tak pernah berhenti di kandang. Setiap hari ia tetap turun tangan, melakukan aktivitas ngarit untuk memastikan ternak-ternaknya mendapatkan pakan terbaik.
"Bagi saya merawat ternak bukan sekadar pekerjaan, tetapi bentuk kesungguhan dalam menjaga amanah usaha bersama yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kelompok," kata Rahmat.
Harapan itu semakin terasa nyata menjelang momentum kurban yang kian dekat. Bagi kelompok, masa ini bukan hanya soal tradisi keagamaan, tetapi juga peluang ekonomi yang bisa menjadi penopang tambahan pendapatan. Setiap ekor ternak yang dipelihara dengan baik adalah hasil dari kesabaran, ketelatenan, dan kerja kolektif yang dijalankan tanpa lelah.
Kabar gembira pun datang dari kandang. Dua ekor cempe baru lahir dari indukan yang berbeda, menambah kehidupan baru di tengah populasi yang terus berkembang. Saat ini, total ternak di Kelompok Sumber Berkah mencapai 53 ekor, terdiri dari 30 indukan, 1 pejantan, 20 bakalan, serta 2 cempe betina yang baru lahir. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari proses panjang perawatan dan komitmen yang dijaga bersama.
"Alhamdulillah saya sangat bersyukur berkat bantuan dari muzaki melalui BAZNAS, dapat meningkatkan kehidupan saya dan mustahik lain," ucapnya.
Di balik semua itu, sosok Rahmat menjadi gambaran nyata bagaimana pengabdian tidak harus memilih satu jalan. Ia menunjukkan bahwa dakwah dan ekonomi, pendidikan dan peternakan, bisa berjalan berdampingan dalam satu napas perjuangan. Dari desa kecil di Cikapinis, kisahnya mengalir sebagai inspirasi: bahwa ketekunan, keikhlasan, dan kerja bersama mampu menumbuhkan harapan, bahkan dari kandang sederhana sekalipun.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us