Dari Limboro Timur untuk Harapan Majene, Balai Ternak BAZNAS Sambut Kelahiran Generasi Baru
Dari Limboro Timur untuk Harapan Majene, Balai Ternak BAZNAS Sambut Kelahiran Generasi Baru
19/01/2026 | Humas BAZNASFajar belum sepenuhnya merekah di Lingkungan Limboro Timur, Kelurahan Tande, Kabupaten Majene. Udara dini hari masih dingin ketika kabar bahagia datang dari kandang Kelompok Bunga Pala. Seekor kambing milik Dinar, peternak binaan Balai Ternak BAZNAS, melahirkan dua ekor anak kambing sehat pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Tangis kecil cempe jantan dan betina itu menjadi penanda lahirnya harapan baru. Bukan hanya bagi Dinar dan keluarganya, tetapi juga bagi masa depan kemandirian ekonomi masyarakat Majene.
Di balik peristiwa sederhana itu, tersimpan cerita panjang tentang kerja keras, pendampingan, dan ikhtiar bersama yang dirajut oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Program Balai Ternak.
Dari Mustahik Menjadi Peternak Mandiri
Empat bulan terakhir menjadi perjalanan penting bagi para anggota Kelompok Bunga Pala. Mereka tidak hanya menerima bantuan ternak, tetapi juga pendampingan intensif tentang manajemen kandang, kesehatan hewan, hingga pola pemberian pakan yang tepat.
Program Balai Ternak BAZNAS dirancang bukan sekadar memberikan modal, tetapi membangun kemandirian. Para peternak didorong untuk memahami betul bagaimana merawat ternak secara profesional agar produktivitas terus meningkat.
Hasilnya kini mulai terlihat. Kelahiran kembar atau gemeli menjadi indikator keberhasilan pola pemeliharaan yang diterapkan. Bagi para peternak, ini adalah bukti bahwa ilmu yang diberikan BAZNAS benar-benar berdampak nyata.
“Ini bukan sekadar kelahiran kambing, tapi kelahiran harapan baru bagi kami,” ujar salah satu anggota kelompok dengan mata berbinar.
Balai Ternak BAZNAS: Lebih dari Sekadar Bantuan
Program Balai Ternak BAZNAS di Majene hadir sebagai solusi pemberdayaan ekonomi berbasis agribisnis. BAZNAS tidak hanya memberikan ternak, tetapi membangun ekosistem peternakan yang berkelanjutan.
Mulai dari pendampingan rutin, pemeriksaan kesehatan ternak, hingga penguatan kapasitas peternak, semua dilakukan secara terstruktur. Setiap anggota kelompok dibimbing agar mampu mengelola usaha ternak secara mandiri dan profesional.
Model pemberdayaan ini menjadikan para mustahik tidak lagi sekadar penerima bantuan, tetapi pelaku usaha yang produktif.
Keberhasilan Dinar dan kelahiran dua cempe menjadi simbol bahwa program ini berjalan di jalur yang tepat.
Menumbuhkan Optimisme di Kandang Bunga Pala
Suasana kandang Kelompok Bunga Pala kini dipenuhi semangat baru. Para peternak datang silih berganti untuk melihat dua cempe yang baru lahir. Bagi mereka, kelahiran ini menjadi pemantik optimisme bahwa masa depan peternakan kambing di Majene kian cerah.
Perwakilan kelompok menyampaikan bahwa mereka berkomitmen menjadikan Balai Ternak sebagai percontohan, mulai dari manajemen kandang, kebersihan, hingga teknik pengembangbiakan.
Target mereka bukan hanya meningkatkan populasi ternak, tetapi juga menjadikan Balai Ternak sebagai pusat edukasi peternakan kambing bagi masyarakat sekitar.
Menuju Sentra Peternakan Kambing Unggul Sulawesi Barat
BAZNAS menaruh harapan besar pada Balai Ternak Majene. Program ini diharapkan mampu:
-
Meningkatkan populasi ternak secara berkelanjutan
-
Menjadi pusat edukasi peternakan rakyat
-
Mempercepat kemandirian ekonomi mustahik
-
Mendorong Majene menjadi sentra peternakan kambing unggul di Sulawesi Barat
Dengan bertambahnya anggota baru di kandang Kelompok Bunga Pala, langkah Majene menuju kemandirian ekonomi berbasis peternakan kini semakin nyata.
Di kandang sederhana di Limboro Timur, BAZNAS menanam benih harapan. Dari sepasang cempe yang lahir di dini hari itu, tumbuh optimisme bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan amanah mampu mengubah kehidupan, dari ketergantungan menuju kemandirian.
Dan di Majene, kisah itu baru saja dimulai.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us