Dari Kantin Sekolah ke Omzet Rp40 Juta: Sentuhan BAZNAS Mengubah Nasib Yulia di Bukittinggi

Dari Kantin Sekolah ke Omzet Rp40 Juta, Sentuhan BAZNAS Mengubah Nasib Yulia di Bukittinggi

20/01/2026 | Humas BAZNAS

Setiap pagi, aroma gorengan hangat dan teh manis selalu menyambut siswa-siswi di sebuah kantin sekolah di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Di balik kesibukan melayani pembeli itulah, Yulia Tuntina menata harapan untuk masa depan keluarganya. Perempuan sederhana ini tak pernah menyangka, usaha kecil yang dulu ia jalankan dengan segala keterbatasan kini menjelma menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan, dengan omzet menembus Rp40 juta per bulan.

Perubahan besar dalam hidup Yulia tak datang begitu saja. Ia merupakan salah satu penerima manfaat program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bukittinggi, sebuah ikhtiar pemberdayaan ekonomi yang digulirkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk mengangkat pelaku usaha kecil agar bisa mandiri dan sejahtera.

Sebelum bergabung sebagai mustahik binaan BAZNAS, Yulia hanya mengandalkan modal seadanya untuk berdagang aneka gorengan, menu sarapan, dan minuman di kantin sekolah. Omzet bulanannya berkisar Rp20 juta dengan penghasilan bersih sekitar Rp3 juta. Bagi Yulia, jumlah itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tanpa ruang untuk mengembangkan usaha.

Namun segalanya mulai berubah sejak BAZNAS hadir melalui program BMD. Bantuan modal disertai pendampingan usaha menjadi titik balik bagi Yulia. Perlahan tapi pasti, usahanya tumbuh. Ragam menu bertambah, kualitas dagangan meningkat, dan pengelolaan keuangan menjadi lebih tertata.

“Alhamdulillah, setelah mendapat bantuan dan pendampingan dari BAZNAS, omzet saya naik menjadi sekitar Rp40 juta per bulan. Penghasilan bersih pun meningkat menjadi sekitar Rp6 juta,” tutur Yulia dengan mata berbinar penuh syukur.

Kenaikan omzet hingga 100 persen itu bukan sekadar angka di atas kertas. Di baliknya, ada harapan yang tumbuh, ada masa depan keluarga yang kini lebih terjamin. Yulia kini bisa membantu perekonomian rumah tangga dengan lebih leluasa, sekaligus menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagi kepada sesama.

Bagi Yulia, BAZNAS bukan hanya memberi bantuan modal, tetapi juga kepercayaan diri. Pendampingan yang ia terima membuatnya memahami pentingnya pencatatan keuangan, pengelolaan usaha yang rapi, serta perencanaan bisnis yang berkelanjutan. Ia pun kini semakin percaya diri menatap masa depan.

Kisah Yulia menjadi gambaran nyata bagaimana zakat yang dikelola secara produktif mampu menjadi lokomotif perubahan. Melalui program BAZNAS Microfinance Desa, para mustahik tidak hanya dibantu secara materi, tetapi juga dibekali pengetahuan dan keterampilan agar bisa naik kelas sebagai pelaku UMKM.

Di mata BAZNAS, keberhasilan Yulia adalah buah dari proses panjang pemberdayaan. Dari seorang pedagang kecil dengan keterbatasan modal, kini Yulia tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh dan mandiri. Ia adalah potret mustahik yang bangkit berkat sentuhan zakat.

Tak hanya berdampak pada ekonomi keluarga, peningkatan pendapatan yang diraih Yulia juga menumbuhkan kepedulian sosial dalam dirinya. Kini, ia rutin berpartisipasi dalam program wakaf Al-Qur’an sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama.

BAZNAS memandang keberhasilan Yulia sebagai bukti nyata bahwa zakat produktif mampu mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program BMD dirancang bukan sekadar memberikan bantuan sesaat, tetapi membangun fondasi ekonomi yang kuat bagi para pelaku usaha kecil di berbagai daerah.

Melalui pendekatan pendampingan yang berkelanjutan, BAZNAS memastikan para mustahik tidak berjalan sendiri. Mereka didampingi untuk memahami dunia usaha, mengelola keuangan, hingga mampu mengembangkan bisnis secara terukur.

Komitmen BAZNAS untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan ekonomi pun terus diperkuat. Harapannya, semakin banyak pelaku usaha kecil yang merasakan manfaat zakat produktif dan mampu keluar dari jerat kemiskinan.

Kisah Yulia Tuntina adalah secuil dari ribuan cerita perubahan yang dihadirkan BAZNAS di berbagai pelosok negeri. Dari kantin sekolah di Bukittinggi, lahir harapan baru tentang masa depan yang lebih sejahtera.

Dan di balik senyum Yulia yang kini lebih percaya diri, ada peran besar para muzaki yang menunaikan zakat melalui BAZNAS. Zakat yang mereka titipkan telah menjelma menjadi kekuatan ekonomi umat, menggerakkan roda usaha kecil, serta mengangkat martabat para mustahik.

Inilah wajah zakat produktif: bukan sekadar memberi, tetapi memberdayakan. BAZNAS membuktikan, dengan pengelolaan yang amanah dan profesional, zakat mampu menjadi solusi nyata untuk mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan Indonesia, satu usaha kecil pada satu waktu.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ