Dari Jajanan ke Angkringan: Jalan Tumbuh Vella Bangkit Bersama BAZNAS
Dari Jajanan ke Angkringan: Jalan Tumbuh Vella Bangkit Bersama BAZNAS
28/04/2026 | Humas BAZNAS RIDenyut kemandirian ekonomi terasa hidup dari warung sederhana milik Vella Fasta Qima (30), di Desa Kecapi, Jepara, Jawa Tengah. Bukan sekadar tempat belanja, warung itu adalah ruang harapan—tempat seorang ibu merajut masa depan keluarganya lewat strategi kecil yang berdampak besar.
Vella paham betul siapa pelanggannya. Di tengah persaingan ritel yang makin padat, ia tidak mencoba menjadi segalanya untuk semua orang. Ia memilih fokus: jajanan anak-anak dan aneka es. Dua jenis dagangan ini bukan hanya laris, tapi menjadi tulang punggung pemasukan hariannya.
“Anak-anak itu pelanggan setia. Selama mereka senang, warung ini akan tetap hidup,” ujarnya suatu siang.
Pilihan sederhana itu terbukti efektif. Dari etalase kecilnya, Vella mampu mengumpulkan omzet rata-rata Rp150 ribu per hari. Angka yang mungkin terlihat biasa, tetapi di baliknya ada disiplin, ketekunan, dan kemampuan membaca peluang.
Namun perjalanan usaha tak selalu mulus. Ramadan lalu, aktivitas jualannya sempat melambat. Selain karena perubahan pola belanja, Vella juga harus membagi waktu untuk merawat ayahnya yang kerap sakit. Dalam situasi itu, ia tidak menyerah—ia beradaptasi.
Kini, setelah masa sulit terlewati, Vella justru melihat celah baru. Sebuah angkringan yang dulu mangkal di depan warungnya telah pindah. Bagi sebagian orang, itu mungkin kehilangan suasana. Tapi bagi Vella, itu adalah peluang.
Ia mulai merancang langkah berikutnya: menambah menu angkringan. Nasi kucing, gorengan hangat, hingga minuman malam hari akan melengkapi dagangannya. Jika selama ini warungnya ramai di siang hari, ia ingin menghidupkan suasana hingga malam.
“Sayang kalau peluangnya kosong. Saya ingin coba isi dengan angkringan, biar pembeli juga punya pilihan,” katanya.
Langkah ini bukan sekadar ekspansi, tapi bukti keberanian untuk naik level. Dari menjual jajanan anak-anak, Vella kini membangun konsep yang lebih luas—menjadikan warungnya sebagai pusat aktivitas warga.
Bergabung dalam program pemberdayaan ZMart turut memperkuat pijakannya. Bagi Vella, ini bukan hanya soal bantuan usaha, melainkan dorongan untuk terus berkembang tanpa melupakan perannya sebagai ibu dari dua anak.
Kisah Vella adalah pengingat bahwa usaha besar sering dimulai dari pilihan kecil yang dijalankan dengan konsisten. Dari rak jajanan sederhana hingga rencana angkringan yang hangat, ia menunjukkan satu hal: peluang selalu ada, bagi mereka yang mau melihat dan berani melangkah.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us