Dari Gerobak Sederhana ke Omzet Sejuta Rupiah Berkat Sentuhan BAZNAS
Dari Gerobak Sederhana ke Omzet Sejuta Rupiah Berkat Sentuhan BAZNAS
20/02/2026 | Humas BAZNASPagi di Banjarmasin selalu dimulai dengan aroma khas nasi kuning yang menggoda selera. Di sudut kota, sebuah warung sederhana milik Rabiyatul Adawiyah tak pernah sepi pembeli. Asap tipis mengepul dari kukusan beras kuning, sementara deretan lontong dan lauk pauk tersusun rapi menunggu pelanggan yang datang silih berganti.
Siapa sangka, di balik kesibukan itu tersimpan kisah perjuangan dan harapan yang tumbuh berkat sentuhan program pemberdayaan ekonomi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.
Melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Banjarmasin, Rabiyatul yang sebelumnya hanya mampu meraih omzet sekitar Rp800 ribu per hari, kini berhasil meningkatkan pendapatannya hingga mencapai Rp1 juta per hari. Peningkatan ini bukan sekadar angka, melainkan simbol bangkitnya usaha kecil yang mendapat dukungan tepat dan berkelanjutan.
Pendampingan yang Menguatkan, Bukan Sekadar Modal
Program BMD yang digagas BAZNAS tidak berhenti pada pemberian modal usaha. Pendampingan intensif menjadi kunci agar para pelaku usaha kecil mampu mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang menyeluruh, BAZNAS memastikan bantuan yang diberikan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga mustahik.
Salah satu keunggulan program ini adalah skema pembiayaan tanpa bunga. Skema ini memberikan ruang napas bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang tanpa tekanan biaya tambahan. Bagi BAZNAS, pembiayaan bukan sekadar dukungan finansial, tetapi upaya memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menghadirkan keberkahan melalui usaha yang halal.
Perubahan Nyata di Warung Nasi Kuning Rabiyatul
Rabiyatul masih mengingat betul kondisi warungnya sebelum menerima bantuan. Atap yang rusak sering bocor saat hujan turun, sementara peralatan usaha terbatas membuat produksi tidak maksimal.
Bantuan tahap awal yang diterimanya digunakan untuk memperbaiki atap warung agar lebih layak dan nyaman bagi pelanggan. Sisa dana dimanfaatkan untuk menambah stok bahan baku sehingga kapasitas produksi meningkat.
“Dulu sebelum dibantu BAZNAS omzet harian cuma Rp800 ribu. Kini alhamdulillah meningkat menjadi Rp1 juta per hari seiring perbaikan fasilitas usaha dan penambahan kapasitas produksi,” ungkap Rabiyatul.
Kini, warungnya tampak lebih rapi dan nyaman. Pelanggan pun semakin ramai karena pelayanan lebih cepat dan ketersediaan menu terjaga.
Skema Tanpa Bunga yang Meringankan Pedagang Kecil
Bagi Rabiyatul, program pembiayaan BAZNAS terasa berbeda dari pinjaman konvensional yang seringkali membebani pelaku usaha kecil.
Skema tanpa bunga membuatnya dapat mengembangkan usaha tanpa tekanan cicilan yang memberatkan. Ia hanya memberikan infak sesuai kemampuan, yang justru menumbuhkan semangat berbagi dan keberkahan dalam usahanya.
“Program BAZNAS ini membantu sekali. Tidak pakai bunga, hanya infak. Dan infak itu juga membuat kita punya ruang untuk bersedekah,” katanya dengan penuh syukur.
Dari Mustahik Menuju Muzaki
Program BAZNAS Microfinance Desa dirancang tidak hanya untuk membantu usaha kecil bertahan, tetapi juga mendorong transformasi ekonomi mustahik agar suatu saat mampu menjadi muzaki.
Harapan ini menjadi visi besar BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.
Komitmen BAZNAS ke depan adalah memperluas jangkauan program BMD agar semakin banyak pelaku usaha kecil mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang.
Transformasi dari penerima manfaat zakat menjadi pemberi zakat bukanlah mimpi. Ketika usaha kecil tumbuh, ekonomi keluarga menguat, dan keberkahan hadir dalam setiap transaksi halal, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat secara berkelanjutan.
Harapan yang Terus Tumbuh
Bagi Rabiyatul, keberhasilan yang diraih hari ini bukanlah akhir perjalanan. Ia berharap program seperti ini terus berlanjut agar lebih banyak pedagang kecil merasakan manfaatnya.
Di tengah kesibukan melayani pembeli, ia menyimpan keyakinan bahwa usaha kecil dapat tumbuh besar jika mendapatkan dukungan yang tepat.
Kisah Rabiyatul adalah bukti nyata bahwa zakat yang dikelola dengan amanah mampu mengubah kehidupan. Dari warung sederhana di sudut Banjarmasin, harapan tumbuh, ekonomi keluarga menguat, dan keberkahan mengalir melalui setiap porsi nasi kuning yang disajikan.
Melalui peran aktif BAZNAS, pemberdayaan tidak hanya mengangkat taraf hidup mustahik, tetapi juga menyalakan semangat kemandirian ekonomi umat.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us