Dari Emperan Rumah ke Gerobak Berkah, Kisah Suadi Akas Bangkit Bersama BAZNAS

Dari Emperan Rumah ke Gerobak Berkah, Kisah Suadi Akas Bangkit Bersama BAZNAS

09/04/2026 | Humas BAZNAS RI

Di sudut Jalan Diponegoro, Kelurahan Banyuanyar, Kabupaten Sampang, berdiri sebuah gerobak sederhana yang kini ramai diserbu pembeli. Di baliknya, ada kisah perjuangan seorang pria bernama Suadi Akas—kisah tentang harapan, kerja keras, dan keberkahan yang datang melalui uluran tangan yang tepat.

Dulu, Suadi Akas hanyalah pedagang kecil yang menjajakan minuman sachet di emperan rumahnya. Dengan keterbatasan modal dan sarana, ia menjalankan usahanya seadanya. Penghasilan hariannya pun tak menentu, berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Namun, di tengah kesederhanaan itu, ia tak pernah berhenti berharap akan perubahan yang lebih baik.

Harapan itu perlahan menjadi nyata ketika ia mendapatkan bantuan modal usaha tanpa bunga melalui program qardhul hasan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Bantuan tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan usahanya.

Dengan modal itu, Suadi mulai berbenah. Ia menghadirkan gerobak khusus yang lebih layak dan memilih lokasi berjualan yang lebih strategis. Tak hanya itu, ia juga berinovasi dengan menjual es teler segar yang diberi nama “Es Teler Ibu Kis”—sebuah nama yang diambil dari sang istri tercinta, sebagai bentuk penghargaan atas dukungan keluarga.

“Alhamdulillah mas, sebelum dibantu BAZNAS, usaha saya amat sederhana ala kadarnya. Tetapi syukur sekarang saya sudah punya gerobak, dan bisa jualan es teler Ibu Kis, diambil dari nama istri saya,” ungkap Suadi dengan penuh rasa syukur.

Perubahan tersebut membawa dampak signifikan. Usahanya kini semakin dikenal, pelanggan pun kian bertambah. Omzet hariannya melonjak drastis, mencapai Rp500 ribu hingga Rp750 ribu, terutama saat bulan Ramadhan—momen di mana minuman segar sangat diminati masyarakat.

Bagi Suadi, bantuan dari BAZNAS bukan sekadar tambahan modal, melainkan jalan pembuka menuju kehidupan yang lebih layak. Ia merasakan langsung bagaimana program ekonomi berbasis zakat mampu mengangkat derajat pelaku usaha kecil.

“Terima kasih banyak BAZNAS, semoga berkah, dan usaha saya semakin berkembang. Semoga program-program BAZNAS semakin berdampak pada umat,” pungkasnya.

Kisah Suadi Akas menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan yang tepat, usaha kecil bisa tumbuh besar. Lebih dari itu, ini adalah cerita tentang keberkahan—bahwa zakat yang dikelola dengan amanah mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan umat.

Penulis: Fahromi Nasihuddin

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ