Dari Dapur Sederhana Menuju Harapan, Kisah Necksy yang Tak Pernah Menyerah
Dari Dapur Sederhana Menuju Harapan, Kisah Necksy yang Tak Pernah Menyerah
23/04/2026 | Humas BAZNAS RIPagi itu di sebuah sudut Kota Palembang, aroma ayam goreng mulai menguar dari dapur sederhana milik Necksy. Waktu bahkan belum benar-benar beranjak siang, tetapi tangannya sudah sibuk sejak lama—mengolah bumbu, memanaskan minyak, dan menyiapkan dagangan dengan penuh ketelitian. Di balik gerak yang nyaris tanpa jeda, ada satu hal yang tak pernah ia lepaskan: harapan.
Necksy bukan sekadar pedagang. Ia adalah potret keteguhan. Baru setengah bulan menjalani usaha sebagai penerima manfaat program alih daya ZChicken, langkahnya mungkin masih terbilang baru. Namun semangatnya terasa jauh lebih matang, seolah telah ditempa oleh berbagai fase kehidupan yang tak selalu mudah.
Hari pembukaan usahanya menjadi titik yang tak terlupakan. Di antara rasa cemas dan harap yang berkelindan, ia memulai hari dengan keyakinan sederhana—bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, layak diperjuangkan. Satu per satu ayam digoreng dengan sabar, seakan setiap potong membawa doa yang sama: semoga hari ini cukup, semoga hari ini berarti.
Dan hari itu memang menjawab harapannya. Delapan puluh potong ayam habis terjual. Bagi sebagian orang, itu mungkin sekadar angka. Namun bagi Necksy, itu adalah tanda—bahwa jerih payahnya tidak sia-sia, bahwa ada jalan yang mulai terbuka di depan sana.
“Setiap hari saya selalu bersyukur, sekecil apa pun hasilnya. Karena dari rasa syukur itu, saya merasa dikuatkan untuk terus melangkah dan tidak menyerah,” ujar Necksy pelan.
Namun keberhasilan kecil itu tidak membuatnya berhenti. Justru dari dapur sederhana itulah, kreativitasnya tumbuh. Ia menciptakan menu baru yang unik: Oncak Ayam Celup, ayam dengan saus keju racikan sendiri yang kaya rasa. Tak disangka, menu ini justru menjadi favorit, terutama bagi anak-anak. Dengan kejujuran khas mereka, beberapa anak bahkan berkata rasanya lebih enak dari ayam keju restoran terkenal.
Bagi Necksy, pujian polos itu jauh lebih berharga dari apa pun. Di sanalah ia menemukan energi baru—bahwa apa yang ia buat dengan hati, benar-benar sampai ke hati.
Hari-harinya kini dimulai sejak pukul tujuh pagi dan sering berakhir hingga malam. Lelah tentu tak terelakkan. Namun ia memilih untuk tetap berdiri, tetap melayani, tetap percaya. Ia tidak hanya menjual ayam, tetapi juga menghadirkan ragam pilihan seperti pempek, model, dan tekwan—sebuah upaya untuk terus bertahan dan berkembang.
Di balik senyum yang ia berikan kepada pelanggan, tersimpan perjuangan yang tidak selalu terlihat. Ada kekhawatiran yang datang diam-diam, ada letih yang terkadang menumpuk tanpa sempat diucapkan. Namun satu hal yang pasti: ia tidak menyerah.
Kisah Necksy adalah pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari langkah besar. Kadang, ia justru tumbuh dari keberanian untuk memulai di tengah keterbatasan, dari keteguhan untuk bertahan saat keadaan belum berpihak, dan dari keyakinan untuk terus melangkah meski jalan terasa panjang.
Dari dapur kecilnya, Necksy sedang membangun sesuatu yang lebih dari sekadar usaha. Ia sedang merajut masa depan—pelan, tekun, dan penuh keyakinan. Dan seperti aroma masakan yang perlahan menyebar, harapannya pun terus mengalir, menemukan jalannya menuju keberhasilan.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us