Dari Dapur Sederhana, Hatriyawati Menjemput Mimpi Lewat Usaha Camilan

Dari Dapur Sederhana, Hatriyawati Menjemput Mimpi Lewat Usaha Camilan

02/09/2026 | Humas BAZNAS RI

Dulu, Hatriyawati (50) harus membawa camilan buatannya dari satu tempat ke tempat lain. Pinggir jalan, pasar malam, hingga lokasi-lokasi keramaian menjadi tempat ia menawarkan produk kepada calon pembeli.

Tak mudah memang. Setiap hari ada cerita tentang mencari pelanggan, menawarkan produk, dan berharap dagangannya laku. Namun, dari langkah-langkah kecil itulah sebuah usaha rumahan perlahan tumbuh.

Kini, perempuan yang tinggal di sebuah kontrakan sederhana di Jalan Mendawai, Kota Palangka Raya, itu tak lagi harus berkeliling menjajakan seluruh produknya. Camilan buatannya mulai masuk ke toko-toko eceran. Pesanan datang dari pelanggan yang telah mengenal produknya.

Hatriyawati pun bisa lebih banyak mencurahkan tenaga untuk memproduksi camilan.

“Dulu saya jualan keliling, dari tempat ke tempat. Sekarang sudah ada toko yang mengambil produk, jadi saya bisa lebih fokus memproduksi,” tuturnya.

Usaha makanan ringan tersebut telah dijalani Hatriyawati selama lebih dari dua tahun. Dari dapur usaha rumahan, ia memproduksi berbagai camilan, seperti makaroni pedas manis caramel, makaroni spiral balado, dan emping jagung caramel.

Dari Mencari Pelanggan hingga Dicari Pelanggan

Pada masa awal usaha, persoalan Hatriyawati bukan sekadar bagaimana membuat produk yang enak. Tantangan yang tak kalah besar adalah bagaimana membuat orang mengenal dan membeli produknya.

Ia pun memilih cara sederhana: turun langsung ke lapangan.

Produk dibawa dan ditawarkan kepada orang-orang. Pasar malam menjadi salah satu tempatnya berjualan. Begitu pula sejumlah lokasi lain yang dinilai memiliki potensi pembeli.

Perlahan, kerja keras itu membuahkan hasil. Pelanggan bertambah. Produk mulai dikenal. Dari yang semula harus aktif mencari pembeli, kini Hatriyawati mulai merasakan kondisi yang berbeda: pemilik toko eceran datang mengambil produknya.

Perubahan itu membuat roda usahanya bergerak lebih cepat.

Namun, bertambahnya pasar juga berarti bertambahnya kebutuhan produksi. Bahan baku harus tersedia lebih banyak agar permintaan dapat dipenuhi.

Di titik inilah dukungan BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Palangka Raya menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha Hatriyawati.

BAZNAS Hadir Menguatkan Usaha Kecil

Melalui BMD Palangka Raya, Hatriyawati mendapatkan pembiayaan nonbunga yang kemudian digunakannya untuk membeli bahan baku dalam jumlah lebih banyak.

Bantuan tersebut bukan hanya soal tambahan modal. BAZNAS juga memberikan dukungan berupa kemasan produk dan membantu proses perizinan sertifikasi halal.

Bagi pelaku usaha kecil seperti Hatriyawati, dukungan semacam itu memiliki arti besar. Sebab, mengembangkan usaha bukan hanya membutuhkan uang untuk membeli bahan baku, tetapi juga membutuhkan produk yang semakin layak dipasarkan dan memiliki legalitas yang mendukung kepercayaan konsumen.

Dukungan tersebut kemudian ikut mendorong peningkatan kapasitas produksinya.

Sebelum memperoleh pembiayaan, Hatriyawati biasanya hanya mampu memproduksi kurang dari 100 bungkus dalam satu kali produksi. Omzetnya ketika itu sekitar Rp800 ribu setiap kali produksi.

Kini, kapasitas produksinya telah meningkat hingga sekitar 200 bungkus dalam satu kali produksi. Ia dapat memproduksi satu hingga dua kali dalam sepekan, dengan omzet rata-rata mencapai sekitar Rp12 juta per bulan.

“Setelah dibantu, lebih banyak perubahan. Saya bisa meningkatkan produksi dan pemasaran juga menjadi lebih luas,” ujarnya.

Angka-angka tersebut bukan sekadar pertumbuhan omzet. Bagi Hatriyawati, peningkatan produksi berarti semakin terbukanya kesempatan untuk membuat usaha rumahan yang selama ini dijalani menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.

Tidak Berhenti pada Modal

Meski mendapatkan dukungan, Hatriyawati memahami bahwa bantuan bukanlah akhir dari perjalanan. Ia tetap harus mengembangkan usahanya sendiri.

Ia berupaya meningkatkan jumlah produksi sekaligus mencoba mengembangkan jenis camilan lainnya. Diversifikasi produk menjadi salah satu cara untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen sekaligus membuka peluang pasar baru.

Dari dapur sederhana di rumah kontrakan, ia terus menyusun langkah demi langkah.

Ada keinginan yang kini semakin jelas: suatu hari nanti ia ingin memiliki outlet sendiri.

Mimpi itu mungkin belum terwujud hari ini. Namun, perjalanan Hatriyawati memperlihatkan bahwa sebuah usaha kecil dapat tumbuh ketika ketekunan bertemu dengan akses terhadap dukungan yang tepat.

Apa yang dahulu dimulai dari berjualan keliling kini perlahan berubah menjadi usaha yang memiliki pelanggan dan jaringan pemasaran yang lebih luas.

Di balik pertumbuhan itu, ada kerja keras seorang perempuan yang tidak menyerah mencari jalan. Ada pula dukungan BAZNAS yang membantu memperkuat fondasi usahanya—mulai dari pembiayaan, bahan baku, kemasan, hingga sertifikasi halal.

Bagi Hatriyawati, setiap bungkus camilan yang keluar dari dapurnya bukan sekadar produk untuk dijual. Di dalamnya ada ikhtiar untuk memperbaiki kehidupan, memperluas usaha, dan mengejar satu cita-cita sederhana: memiliki outlet sendiri dan melihat usaha rumahan yang dibangunnya terus tumbuh.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ